Ironi Gonzales
Presiden Gonzales dari sebuah “Republik Pisang” di Amerika Latin sangat tidak populer. Pada suatu hari ia bertamasya keliling ibu kota dengan berkendaraan kuda. Ketika akan menyebrang sebuah jembatan, kuda yang dinaikinya terpleset kulit pisang, kemudian presiden Gonzales terjatuh dari kudanya yang dinaiki itu dan tercebur ke sungai di bawah jembatan tersebut, dan dihanyutkan oleh arus air sungai yang deras dan tidak ada seorang pengawal yang bisa menolongnya. Namun setelah hanyut sangat jauh ia ditolong oleh seorang pengail ikan yang kerjaannya setiap hari memancing di tempat itu. Dengan rasa terimakasih yang sangat besar, ia menyatakan kepada pengail ikan miskin itu siapa dirinya, dan betapa besar jasa pengail ikan itu karena telah menolong dirinya. Hingga akhirnya pengail ikan tersebut ditanya: apa yang kamu inginkan? Tanya Goinzales kepada penngail ikan tersebut, dengan kelugasan orang kecil, pengail itu menjawab: ”satu saja paduka, tolong jangan ceritakan kepada siapapun bahwa sayalah yang menolong paduka.”
Membangkitkan Lenin
Lenin meninggal tahun 1924, dan Stalin kemudian menggantikannya sebagai penguasa Rusia. Mayat Lenin, yang disemayamkan di mausoleum di Kremlin, pada suatu hari dicoba dihidupkan lagi oleh para dokter. Mereka berhasil dengan percobaan itu, dan mayat Lenin dengan sempoyongan meningalkan mmausoleum, menuju Politbiro Partai Komunis Rusia. Dimintanya semua koran yang terbit sejak kematiannya, dikuncinya dirinya di kamar kerjanya, untuk menyimak ulang perkembangan Rusia sejak ditinggalkannya selama tiga tahun itu. Ia tidak mau diganggu, hanya meminta makanan diletakkan di muka pintu ruang itu. Selama tiga hari makanan masih diambilnya, dan piring bekas makanan masih dikeluarkannya dari dalam ruang. Setelah itu tidak ada piring kotor yang dikeluarkan, dan makanan yang disediakan tidak diambil. Setelah beberapa hari hal itu berlangsung, diputuskan untuk mendobrak pintu ruang kerja Lenin tersebut, dan melihat apa yang terjadi. Ternyata Lenin tidak berada di sana. Harian-harian yang dimintanya berceceran memenuhi lantai, dan di meja Lenin meninggalkan secarik kertas yang berisikan pesan tertulis berikut: REVOLUSI TELAH GAGAL, SAYA AKAN KEMBALI KE JENEWA UNTUK MEMPERSIAPKAN REVOLUSI LAGI..!
Para Pemimpin dan Rakyat
Kennedy menghadap Tuhan dan memohon, ”Tuhan, berapa lama lagikah rakyatku akan sejahtera?” ”lima puluh tahun lagi” kata Tuhan. Kennedy menangis, dan berlalu.
Soekarno menghadap Tuhan dan memohon, ”Tuhan berapa lama lagikah rakyatku akan sejahtera?” ”Seratus tahun lagi” jawab Tuhan. Soekarno menangis, dan berlalu.
Krushchev menghadap Tuhan dan memohon, ”Tuhan berapa lama lagikah rakyatku akan sejahtera?” Tuhan menangis, dan berlalu.
Presiden Gonzales dari sebuah “Republik Pisang” di Amerika Latin sangat tidak populer. Pada suatu hari ia bertamasya keliling ibu kota dengan berkendaraan kuda. Ketika akan menyebrang sebuah jembatan, kuda yang dinaikinya terpleset kulit pisang, kemudian presiden Gonzales terjatuh dari kudanya yang dinaiki itu dan tercebur ke sungai di bawah jembatan tersebut, dan dihanyutkan oleh arus air sungai yang deras dan tidak ada seorang pengawal yang bisa menolongnya. Namun setelah hanyut sangat jauh ia ditolong oleh seorang pengail ikan yang kerjaannya setiap hari memancing di tempat itu. Dengan rasa terimakasih yang sangat besar, ia menyatakan kepada pengail ikan miskin itu siapa dirinya, dan betapa besar jasa pengail ikan itu karena telah menolong dirinya. Hingga akhirnya pengail ikan tersebut ditanya: apa yang kamu inginkan? Tanya Goinzales kepada penngail ikan tersebut, dengan kelugasan orang kecil, pengail itu menjawab: ”satu saja paduka, tolong jangan ceritakan kepada siapapun bahwa sayalah yang menolong paduka.”
Membangkitkan Lenin
Lenin meninggal tahun 1924, dan Stalin kemudian menggantikannya sebagai penguasa Rusia. Mayat Lenin, yang disemayamkan di mausoleum di Kremlin, pada suatu hari dicoba dihidupkan lagi oleh para dokter. Mereka berhasil dengan percobaan itu, dan mayat Lenin dengan sempoyongan meningalkan mmausoleum, menuju Politbiro Partai Komunis Rusia. Dimintanya semua koran yang terbit sejak kematiannya, dikuncinya dirinya di kamar kerjanya, untuk menyimak ulang perkembangan Rusia sejak ditinggalkannya selama tiga tahun itu. Ia tidak mau diganggu, hanya meminta makanan diletakkan di muka pintu ruang itu. Selama tiga hari makanan masih diambilnya, dan piring bekas makanan masih dikeluarkannya dari dalam ruang. Setelah itu tidak ada piring kotor yang dikeluarkan, dan makanan yang disediakan tidak diambil. Setelah beberapa hari hal itu berlangsung, diputuskan untuk mendobrak pintu ruang kerja Lenin tersebut, dan melihat apa yang terjadi. Ternyata Lenin tidak berada di sana. Harian-harian yang dimintanya berceceran memenuhi lantai, dan di meja Lenin meninggalkan secarik kertas yang berisikan pesan tertulis berikut: REVOLUSI TELAH GAGAL, SAYA AKAN KEMBALI KE JENEWA UNTUK MEMPERSIAPKAN REVOLUSI LAGI..!
Para Pemimpin dan Rakyat
Kennedy menghadap Tuhan dan memohon, ”Tuhan, berapa lama lagikah rakyatku akan sejahtera?” ”lima puluh tahun lagi” kata Tuhan. Kennedy menangis, dan berlalu.
Soekarno menghadap Tuhan dan memohon, ”Tuhan berapa lama lagikah rakyatku akan sejahtera?” ”Seratus tahun lagi” jawab Tuhan. Soekarno menangis, dan berlalu.
Krushchev menghadap Tuhan dan memohon, ”Tuhan berapa lama lagikah rakyatku akan sejahtera?” Tuhan menangis, dan berlalu.
Moskow di Jaman Stalin
Seorang pria berlari sepanjang jaan sambil berteriak, ”seluruh dunia menderita karena ulah satu orang! Satu orang! Kemudian ia ditangkap dan digiring ke kantor KGB. Di sana sudah menunggu seorang integrator. ”Apa yang anda teriakkan di jalan tadi?” ”seluruh dunia menderita karena ulah satu orang” jawab pria tersebut. ”Dan siapa yang anda maksud satu ornag itu?” tanya sang integrator dengan mata beringas. ”Apa maksud anda dengan siapa? Hitler, tentu saja”. ”Oooo...” integrator itu tersenyum lega. ”Kalau begitu, anda dipersilahkan pulang.” Lelaki tadi berjalan meninggalkan ruangan pemeriksaan. Tetapi sebelum sampai pintu, ia tertegun, dan berpalin kepada sang integrator. ”Maafkan saya”, katanya. ”Kalau menurut anda sendiri, siapa yang dimaksud satu orang itu?”
Stalin Mati
Bangsa Soviet sepakat untuk mengenyahkan diktator itu selama-lamanya, dan menguburkan sejauh-jauhnya. Mereka membentuk sebuah panitia khusus. Panitia tersebut menyurati pemerintah Inggris dengan permohonan agar Stalin bisa dikuburkan di sana. ”Well...” Jawab Inggris, ”di sini sudah dimakamkan Karl Marx, tentulah kurang mustahak bila kedua tokoh itu besama-sama di satu negara”.
Kemudian panitia mencoba menyurati pemerintah Jerman. “Boleh saja ia dikuburkan di sini,” kata Jerman. “Tetapi kalian tahu, di sini kan sudah ada Hitler. Dua tiran besar di satu negara tentulah kurang seronok.”
Di tengah kebingungan panitia, mendadak datang telegram dari Te Aviv, “Karena Stalin tidak pernah menghalangi pembentukan negara Israel, kami setuju ia dikuburkan di sini” demikian bunyi telegram tersebut. Panitia lega. Tetapi mendadak anggota menjadi panik. “Tidak bisa! Tidak bisa!” teriak mereka. ”Di Israel, mereka percaya akan kebangkitan orang mati”.
Krushchev Babi
Seorang lelaki setengah baya berlarian di jalan kota Moskow sambil berteriak-teriak ”Krushchev babi! Krushchev babi!” Kemudian laki-laki itu ditangkap dan dijatuhi hukuman 21 tahun. Setahun untuk penghinaan, dan 20 tahun untuk ”membocorkan rahasia negara”
Ford dan Brezhnev
Presiden Ford dan Brezhnev sepakat untuk saling mengarikaturkan diri mereka masing-masing. ”Tetapi tidak boleh porno” ujar Brezhnev mengajukan syarat, Ford setuju. Setelah beberapa saat, Brezhnev menyerahkan hasil karikaturnya kepada Ford, dan Ford menyerahkan gambarnya kepada Brezhnev. Dalam karya Ford, Brezhnev digambarkan sebagai seorang petani yang terikat, dengan sepasang buah dada besar, dan seekor ular melingkar di leher.”Apa maksud karikatur ini?” tanya Brezhnev. ”Ular itu adalah kuba, dan sepasang buah dada itu menggambarkan kedua belahan bumi. Dengan buah dada yang satu anda menyusui Afrika dan dengan buah dada yang satu lagi anda memberi makan Asia”. Ujar Ford. ”Lalu dengan apa saya memberi makan rakyat saya sendiri?” tanya Brezhnev. ”Tetapi Mr.Brezhnev, tadi anda bilang tidak boleh porno!”
Satu Hari Brezhnev
Pagi
Leonid Ilyich Brezhnev keluar ke teras kediamannya. ”Hallo Leonid Ilyich, selamat pagi” terdengar sebuah suara. Brzhnev heran, siapa yang menyapa begitu manis dan penuh rasa hormat? Ia melihat ke kiri kanan tetapi yang tampak hanya matahari.
”Andakah yang telah menyapa saya?” tanya Brezhnev kepada matahari. ”Ya betul,” jawab matahari. ”Well...hallo juga” balas Brezhnev dengan rasa puas bahwa ternyata matahari pun hormat kepadanya.
Siang
Brezhnev kembali ke teras. ”selamat siang Leonid Ilyich,” sapa matahari dengan ramah. ”Selamat siang juga,” balas Brezhnev sopan.
Petang
Sekali lagi Brezhnev ke teras. Aneh, kali ini tidak ada suara yang menyapa dirinya. Matahari diam seribu bahasa. ”Mengapa anda tidak menyapa saya?” tanya Brezhnev dengan wajah cemberut. ”Biar mampus lu,” jawab matahari. ”Gua sekarang ada di Barat.”
Cita-cita Hymie
Sebuah komisi mengunjungi sebuah sekolah untuk menjajaki patriotisme para siswa. ”Hymie,” seorang murid ditanyai ”Siapa ayahmu nak?” ”Ayah saya adalah Uni Soviet,” jawab Hymie. ”Anak pintar! Dan siapa ibumu?” ”Ibu saya adalah Partai Komunis” jawab Hymie. ” Excellence! Dan apa cita-citamu kelak setelah dewasa?” ”menjadi anak yatim piatu” sahut Hymie.
Melarikan Diri
Seorang Yahudi tua mencoba melarikan diri dari Uni Soviet, tapi ia tertangkap di perbatasan dan diperiksa oleh KGB. ”Rabinovich, mengapa anda melarikan diri?” tanaya sang pemeriksa. ”Ada dua alasan” kata Yahudi tua. ”Pertama, jika pemerintah Uni Soviet ambruk, pasti kami yang dijadikan kambing hitam”.
”Omong kosong” ujar sang pemeriksa. ”Pemerintah Uni Soviet tiap hari bertambah kuat, dan tidak mungkin akan ambruk!”
”nah itulah alasan yang kedua” jawabnya kalem.
Surga Komunis dan Neraka Kapitalis
Seorang warga negara Soviet meninggal. Di akhirat, ia mendapat pilihan: ingin masuk ke surga komunis atau neraka kapitalis? Ia tersenyum dan tentu saja ia memilih neraka kapitalis. Namun setelah setahun, ia mengajukan permohonan kepada Tuhan untuk pindah ke surga komunis, Tuhan pun mengabulkannya. Di tempatnya yang baru ia segera dikerumuni penghuni lain, dan ditanyai, bagaimana rasanya neraka kapitalis? ”Sama seperti di sini” katanya. ”Di sana, kami juga diwajibkan memompa air”. “Berapa jam kerja yang diberlakukan?” “Sama seperti di sini” “Kalau begitu mengapa anda pindah ke tempat ini?” “Oh, begini ceritanya, di sana kami harus bekerja dari pukul delapan pagi sampai delapan malam. Sedangkan di sini, mula-mula ada rapat partai, kemudian konperensi, kemudian rapat lagi, kemudian istirahat untuk merokok, kemudian masih ada kemungkinan pompanya rusak”.
Sebuah Penerbangan Internasional
Seorang pramugari tiba-tiba mengumumkan, “Para penumpang yang terhormat. Di dalam pesawat kita sekarang akan hadir Yesus Kristus. Beliau akan muncul di kabin, dan setiap penumpang boleh mengajukan sebuah permohonan”. Satu menit kemudian munculah Yesus. “Apa permohonan anda?” katanya kepada penumpang pertama. Penumpang ini rupanya seorang fasis fanatik. ”Saya ingin semua komunis lenyap dari muka bumi ini”. Katanya. ”Baiklah,” jawab Yesus, kemudian Yesus mengulang pertanyaan yang sama kepada penumpang berikutnya yang nampaknya komunis tulen. ”Saya ingin semua fasis lenyap dari muka bumi ini”. Kata seorang komunis tersebut. ”Baiklah,” kata Yesus, sambil berlalu menuju penumpang ke tiga yang ternyata seorang Yahudi. ”Apa permohonan anda?” tanya Yesus. ”Mister Yesus” sahut Yahudi. ”Bolehkah saya bertanya sebelum mengajukan permohonan?” ”Silahkan” jawab Yesus. ”Apakah anda akan mengabulkan permohonan kedua orang tadi?” ”Tentu” jawab Yesus. ”Kalau begitu tidak ada lagi yang saya inginkan kecuali segelas anggur dingin”.
Kereta Api
Stalin, Krushchev, dan Brezhnev naik kereta api. Tiba-tiba kereta api itu mogok. ”Perbaiki segera!” seru Stalin. Setelah diusahakan beberapa lama, kereta itu tidak dapat diperbaiki. ”Tembak semua orang!” kata Stalin. Semua orang ditembak tapi kereta api tetap masih tidak bisa jalan. ”Rehabilitasikan semua orang!” kata Krushchev. Lalu semua orang direhabilitasikan, namun kereta api tetap mogok. ”Tutup tirai jendela!” kata Brezhnev. ”Dan marilah kita menganggap kereta api ini berjalan dengan lancar”.
Mengantre Sepatu
Nehru tiba di Moskow untuk sebuah kunjungan bisnis. Pada suatu ketika ia dibawa berkeliling ibu kota Uni Soviet itu. Ia melihat antrean panjang lalu berhenti untuk bertanya. ”Apa yang kalian antrekan?” Tanya Nehru. ”Gula gratis”. Jawab pengantre. ”Hebat!” pikir Nehru. ”Di sini gula dibagikan cuma-cuma, sedangkan di India rakyat harus membeli”. Kemudian Nehru melanjutkan perjalanan, dan bertemu antrean panjang lagi. ”Apa yang kalian antrekan?” tanya Nehru. ”Sepatu”. Jawab rombongan yang antre. ”Tidak heran,” katanya dalam hati. ”Di India sepatu macam ini juga bisa dibuang di jalanan.”
Bayi Yahudi
Sebuah komisi mengunjungi rumah sakit bersalin di Moskow. Setelah menimbang semua bayi yang lahir, ketahuan bahwa semua bayi Yahudi lebih berat ketimbang bayi Rusia. Para ibu Rusia langsung terkejut. ”Jangan khawatir ibu-ibu sekalian”. Kata anggota komisi. Kita memang menyiapkan bayi-bayi Yahudi itu untuk diekspor.
Sup Sekrup
Seorang lelaki menyantap semangkuk sup seharga 30 kopek di sebuah restoran. Tiba-tiba ia menyendok sebatang sekrup. Dengan berang lelaki itu memanggil koki kepala. ”Coba katakan apa ini?” katanya, sambil menunjukkan supnya. ”Sekrup tentu saja,” jawab sang koki. ”Mengapa sekrup ini bisa berada dalam sup saya, ha?” ”Dengan 30 kopek, anda tentu tidak bisa mengharapkan sebuah traktor di dalam sup anda”.
Pertanian Kolektif
Menteri pertanian sedang meninjau ladang-ladang kolektif. Ia ditemani kamerad Ivanov. ”Bagaimana kalian memberi makan ayam-ayam ini?” tanya menteri. ”Kami memberinya gandum”. Jawab Ivanov. ”Betapa lancangnya kalian, memberi gandum kepada ayam, padahal kita sekarang lagi kekurangan pangan. Tembak dia!” Ivanov pun segera dieksekusi. Menteri melanjutkan ke lokasi pertanian kolektif berikutnya yang diurus oleh seorang Ukraina bernama Galushko. ”Bagaimana kalian memberi makan ayam-ayam di sini?” ”Kami membeli jagung” sahut Galushko. ”Bodoh! Bukankah kita membeli jagung itu dari Kanada dengan persediaan emas yang semakin menyusut? Penjarakan dia!” dan Galushko pun dipenjarakan. Menteri akhirnya tiba di pertanian kolektif yang dikelola oleh seorang Yahudi yang bernama Rabinovich. ”Bagaimana kamu memberi makan ayam-ayam di sini?” tanya menteri. ”Kamerad menteri,” jawab Rabinovich. ”Masing-masing ayam saya beri uang satu rubel. Mereka yang berbelanja dan memilih makanannya sendiri. ”Hah...?”
Roosevelt, Churchill, dan Stalin
Roosevelt, Churchill, dan Stalin berangkat bersama untuk memantau sebuah peternakan kolektif. Di sebuah jembatan mereka tidak bisa menyebrang karena dihadang oleh seekor sapi. Churchill turun dari mobil, mencoba untuk menyingkirkan sang sapi. Tetapi, PM Inggris itu segera mundur ketika sapi mulai menonjolkan tanduknya. Roosevelt turun dari mobil, tapi presiden AS ini juga kehilangan nyalinya ketika sapi menendang-nendangkan kakinya ke tanah. Akhirnya giliran Stalin yang turun dari mobil, kemudian ia membisikkan sesuatu ke telinga sapi, dan sapi akhirnya pergi menyingkir dengan sikap jinak. Ketiga pemimpin tersebut meneruskan perjalanan. ”Joseph, apa yang anda bisikan kepada sapi itu?” tanya Roosevelt dan Churchill. ”Saya katakan, kalau ia membangkang akan saya masukkan ke peternakan kolektif.
Rapat Kolektif
Di Kazakhstan, pada sebuah rapat para pekerja pertanian kolektif, seorang pejabat sedang memberikan pengarahan mengenai hasil pertanian. ”Para kamerad, tahun lalu panen kita gagal karena ....” ”Orang Yahudi ....” terdengar sebuah suara. ”Bukan soal orang Yahudi” pejabat itu menyela. ”Curah hujan terlalu tipis.” Beberapa hari kemudian, pejabat itu memberi pengarahan pada para pekerja pertanian kolektif di Georgia. ”Para kamerad, tahun lalu panen di sini gagal, karena ....” ”Orang Yahudi...” seseorang menyahut. ”Bukan, melainkan curah hujan terlalu banyak.” Akhirnya pejabat itu tiba di Ukraina. ”Para kamerad, tahun ini mungkin panen kita gagal, karena....” ”Orang Yahudi....” terdengar seseorang menyela. Pejabat itu mulai naik darah. ”Mengapa dimana-mana orang Yahudi dipersalahkan?” katanya. ”Kami dengar setiap orang Yahudi diwajibkan membayar 900 rubel untuk mendapat ijin meninggalkan Uni Soviet”. Seseorang memberanikan mengeluarkan pendapatnya. ”Ya benar”. Jawab sang pejabat. ”Nah itulah maksud kami. Daripada membudidayakan tanaman, bukankah lebih bermanfaat bila kita membudidayakan orang Yahudi?”
Tentang Adam dan Hawa
Seorang Inggris, seorang Perancis, dan seorang Amerika sedang berdebat tentang kebangsaan Adam dan Hawa. ”Mereka pasti orang Inggri,” kata seorang Inggris. ”Hanya seorang gentleman yang mau membagi apel terakhirnya kepada seorang wanita”. ”Tidak perlu diragukan lagi, mereka itu pasti orang Perancis,” ujar si Perancis. ”Lelaki mana yang mampu menggoda wanita begitu cepat?” ”Menurut hemat saya, mereka itu orang Rusia,” kata si Amerika. ”Coba pikirkan, mereka bertelanjang kemana-mana, cukup makan sebuah apel dibagi dua, dan tetap berpikir bahwa mereka hidup di surga”.
Amerika dan Uni Soviet
Dua saudara bertemu: seorang berwarga negara Amerika dan seorang lagi warga negara Uni Soviet. Pada suatu hari, warga negara Amerika itu menganggur dan kelaparan. Tetapi ia punya gagasan, ia pergi ke depan gedung putih, duduk di tanah dan mulai makan jerami. Kennedy datang dan bertanya, ”Mengapa anda makan jerami?” ”Saya lapar, dan saya tidak mempunyai pekerjaan”. Jawabnya. Lalu Kennedy terkesima. Kemudian orang itu diberi makan dan sjumlah uang. Setelah itu ia masih ditanyai, ”Apa lagi yang anda inginkan?” ”Sebuah tiket ke Rusia untuk menjenguk saudara saya” jawab orang itu. Ia mendapat tiket dan pergi ke Rusia untuk menemui saudaranya yang kebetulan juga sedang kelaparan dan menganggur di Rusia. Saudara dari Amerika itu tertawa. ”Saudaraku,” katanya. ”Dengarkanlah nasihat yang berharga ini. Pergilah ke Kremlin dan duduklah di depan gerbang, dan makanlah jerami. Kalau Krushchev melihatmu ia pasti iba, kemudian menghadiahi kamu apa saja”. Kemudian orang Rusia itu pergi ke Kremlin. Di depan gerbang ia duduk dan mulai mengunyah jerami. Krushchev keluar dan segera bertanya. ”Mengapa engkau makan jerami?” ”Saya lapar dan tidak mempunyai uang”. ”Bodoh!” kata Krushchev. Sekarang ini kan lagi musim panas. Lebih baik kau makan rumput. Jerami bisa disimpan untuk musim dingin nanti”.
Kondom Medium Size
Inggris menerima pesanan dari Uni Soviet seratus ribu kondom dengan ukuran panjang setengah meter dan garis tengah sepuluh sentimeter. Agak kebingungan, direktur pabrik kondom menghadap Churchill untuk menerima petunjuk melayani pesanan luar biasa tersebut. Setelah berpikir dua menit, Churchill memerintahkan, ”Bikin saja! Jangan lupa mencantumkan cap Made in England pada kondom itu, sekalian dengan tanda medium size”.
Lantai Dua Pintu Ketiga
Seorang lelaki Inggris mengunjungi sebuah losmen. ”Makan malan dan sebotol anggur”. Ia menyampaikan pesanannya. Kepadanya dihidangkan seporsi makanan dan sebotol anggur. Setelah menyeleisaikan santapannya ia berbisik kepada pengurus losmen. ”Rasanya tidak terlalu jelek jika saya bisa mendapat seorang wanita sekarang ini”. ”Lantai dua, pintu ketiga sebelah kiri,” ujar pengurus losmen. Lelaki Inggris itu naik ke lantai dua. Tidak lama kemudian ia turun. ”Well, Sir, bagaimana?” tanya pengurus losmen. ”Tidak jelek,” katanya. ”Tidak jelek sama sekali. Hanya saja... agak dingin...”. ”Ya... tentu saja. Perempuan itu sudah meninggal dua hari yang lalu”.
Permen Karet
Perang Dunia II telah usai. Pasukan-pasukan sekutu bertemu di tepi sungai Elbe. Seorang opsir Rusia tidur dengan seorag wanita Amerika. Pada suatu saat, wanita Amerika itu mengambil sebuah jeruk, dan mengupasnya, dan menyimpan kulit jeruk itu ke dalam sebuah bejana kecil. ”Untuk apa semua kulit jeruk itu kamu kumpulkan?” tanya opsir Rusia. ”Di Amerika kami membuat kulit jeruk itu menjadi jeruk-jerukan kemudian kami mengirimnya ke Rusia”. Sejam kemudian setelah mereka bercinta, opsir Rusia itu membuka kondomnya, menggulungnya dengan teliti, kemudian mengantunginya kembali. ”Untuk apa anda menyimpan kondom bekas itu?” tanya wanita Amerika. ”Di Rusia kami mengolahnya menjadi permen karet, lalu kami mengirimnkannya ke Amerika.”
Menyembuhkan Paus yang Sakit
Paus sakit keras. Dan para pengikutnya percaya bahwa beliau hanya bisa sembuh bila tidur dengan seorang wanita. ”Tidak mungkin”. Kata Paus. ”Aku bapa suci, dan tidak bisa melanggar hukum Tuhan”. Tetapi para pengikutnya tidak segera putus asa, mereka terus membujuk Paus. ”Semua ini untuk membut anda sembuh, dan anda bisa lebih lama mengabdi kepada Tuhan”. Akhirnya Paus setuju. ”Baiklah,” katanya. ”Tetapi ada sejumlah syarat. Pertama wanita itu harus buta, sehingga ia tidak bisa melihatku”. Baiklah, ”Kami akan mencarikan seorang wanita buta”. ”Kedua, wanita itu harus tuli, agar tidak bisa mendengar suaraku”. ”Baiklah, akan kami carikan wanita buta dan tuli”. ”Ketiga, wanita itu harus bisu, agar tidak bisa menceritakan kepada orang lain apa yang sudah terjadi”. ”Baiklah, kami akan mencarikan wanita buta, tuli dan juga bisu”. ”Dan keempat, wanita itu harus mempunyai puting susu yang besar....”
Pastor dan Rabbi
Seorang pastor Ortodoks, seorang pastor Katolik, dan seorang Rabbi Yahudi berbincang-bincang. ”Berapa bagian dari uang sumbangan yang kau berikan kepada Tuhan, dan berapa bagian untuk dirimu sendiri?” Pastor Katolik dan Rabbi Yahudi bertanya kepada Pastor Ortodoks. ”Semua uang yang diterima Gereja saya bagi dua. Bagian yang besar untuk Tuhan dan bagian yang kecil untuk saya sendiri”. ”Well,” kata pastor Katolik. ”Saya membagi uang itu sama banyak. Sebagian untuk Tuhan dan sebagian lagi untuk saya”. ”Saya lain,” kata Rabbi Yahudi. ”Semua uang saya hamburkan ke atas. Tuhan boleh mengambil berapa saja. Sisanya yang berjatuhan menjadi milik saya”.
Kopi Lalat
Dalam sebuah konperensi internasional, para utusan mengelilingi meja panjang dan meneguk kopi. Tiba-tiba, seekor lalat menghinggap di tiap cangkir. Orang Inggris langsung menggati cangkirnya. Orang Perancis membuang lalat, dan meneguk kopinya. Orang Arab meneguk kopi sekalian dengan lalatnya. Orang Yahudi mengumpulkan semua lalat, dan menjualnya kepada orang Arab.
Kamerad Rabinovich
Untuk menguji nilai gizi jagung, Krushchev memanggil seorang Rusia, seorang Ukraina, dan seorang Yahudi. Selama tiga bulan ketiga orang itu diperintahkan hanya boleh makan jagung. Pada akhir bulan ke tiga, ketiga manusia percobaan ini dibawa ke depan Krushchev untuk ditimbang. Orang Rusia susut 20 kilo, Orang Ukraina susut 10 kilo, sedangkan orang Yahudi bertambah 5 kilo. ”Kamerad Rabinovich,” ujar Krushchev berseri-seri, sambil menepuk-nepuk pundak orang Yahudi itu. ”Bagaimana caranya kamu memakan jagung itu?” tanya Krushchev. ”Sangat sederhana Kamerad Krushchev. Saya mengolahnya melalui ayam.”
Pengorbanan
Sebuah pesawat terbang yang mengangkut berbagai bangsa tiba-tiba mengalami kerusakan. Kapten pilot muncul di kabin dan mengumumkan, ”Tuan-tuan, harus ada yang mengorbankan dirinya, agar pesawat ini bisa selamat”. Yang pertama berdiri adalah orang Perancis. ”Hidup Perancis!” katanya seraya terjun. Kemudian bangkit orang Amerika. ”Hidup Amerika Serikat!” katanya, lalu ia pun terjun. Akhirnya berdirilah orang Yahudi. ”Hidup Israel!” katanya, lalu ia menangkap seorang Arab dan melemparkannya keluar.
Rabinivoch
Rabinivoch tiba di Paris, menemukan rumah yang dicarinya lalu mengetuk pintu. Muncullah seorang wanita cantik jelita. ”Selamat sore,” kata Rabinivoch. ”Dapatkah saya bermalam di sini bersama anda?” Wanita itu terkejut. “Mengapa tidak?” kata Rabinivoch. “Saya akan memberi anda seratus pound...” Wanita itu berpikir,” ”Seratus pound tidak sedikit”. ”Baiklah.” katanya. Setelah tidur bersama wanita itu esoknya Rabinivoch menyerahkan seratus pound, lalu pergi. Petangnya ia datang lagi. ”Dapatkah saya bermalam bersama anda semalam lagi? Saya akan membayar seratus pound lagi.” Wanita itu ragu-ragu. ”Baiklah,” katanya. ”Tetapi ini yang terakhir.” Setelah tidur bersama wanita itu esoknya Rabinivoch menyerahkan seratus pound, lalu pergi. Petangnya ia muncul lagi. ”Tidak, tidak bisa,” kata wanita itu. ”Sudah cukup...” ”Ini malam terakhir.” kata Rabinivoch. ”Dan saya akan membayar seratus pound lagi”. ”Baiklah,” kata wanita itu akhirnya. ”Tetapi ingat, ini betul-betul yang terakhir kali.” Rabinivoch tidur bersama wanita itu, dan esok harinya menyerahkan seratus pound. ”Omong-omong, anda dari mana?” tanya wanita itu. ”Dari Tel Aviv,” jawab Rabinivoch. ”Saya punya seorang bibi di sana, Madam Nekrich namanya,” kata wanita itu. ”Mungkin anda kenal padanya?” ”Ya,” kata Rabinivoch. ”Dialah yang menitipi aku tiga ratus pound itu untuk disampaikan kepadamu.”
Mahasiswa
Di sebuah dusun terpencil, katakanlah di utara Moskow, tidak ada wanita, seorang pelacur tiba di dusun tersebut. Ia memasang tarif istimewa: satu rubel masuk, satu rubel cabut, dan begitu seterusnya. Antrean panjang segera terbentuk di depan kamar pelacur itu. Giliran kelima jatuh pada seorang mahasiswa. Sepuluh menit belalu, ia belum juga keluar. Lima belas menit, dua puluh menit, dan tiga puluh lima menit ia tetap belum keluar. Orang yang antre mulai pada berbisik, ”Apakah dia jutawan?” Akhirnya, seorang di antara mereka yang antre memberanikan diri untuk mengintip. Ia melihat mahasiswa itu berbaring telangkup saja di atas tubuh sang pelacur. ”Hei, ingat dong antrean di sini,” orang tadi mengingatkan. ”Aku sendiri ingin keluar. Tapi, aku hanya punya satu rubel.”
Kolam Renang di RSJ
Komisi penyelidik mengunjungi sebuah rumah sakit jiwa. ”Bagaimana keadaan kalian?” para anggota komisi menanyai pasien. ”Senangkah kalian dengan segalanya di sini?” ”Senang sekali!” para pasien itu bersorak serentak. ”Apakah kelakuan kalian baik-baik saja?” ”Baik sekali,” ujar seorang pasien. ”Saking baiknya, direktur rumah sakit ini membangun sebuah kolam renang untuk kami, lengkap dengan papan penerjun. Secara bergiliran kami diizinkan menggunakan papan terjun itu. Ketika kelakuan kami semakin baik, direktur berjanji akan mengisi kolam renang itu dengan air bulan depan.”
Kondom Bubur
Seorang pria mengunjungi dokter. ”Dok, tolonglah saya. Tiap kali saya meniduri istri saya, kami beroleh seorang anak. Sekarang anak kami sudah 16. Apa yang harus saya lakukan dokter?” ”Engkau betul-betul tolol,” kata dokter. ”Mengapa tidak menggunakan kondom?” Pria itu mengucapkan terima kasih lalu pulang. Beberapa tahun kemudian ia berjumpa lagi dengan dokter dulu itu di tengah jalan. Dengan riang gembira, ia menyalami dokter itu. ”Terima kasih banyak dok, nasihat anda sungguh mujarab.” ”Jadi kondom itu membantu?” tanya dokter. ”Luar biasa dok! Kini anak kami tinggal seorang.” ”Lho, tinggal seorang? Kemana yang 15? ”Meninggal dok,” jawab pria itu penuh suka cita. ”Apa maksudmu dengan meninggal? Bagaimana bisa meninggal begitu banyak?” tanya dokter. ”Kondom itu dokter, kondom itu! Saya memasukkannya ke dalam bubur gandum, lalu bubur itu saya makan. Tiba-tiba, kondom itu keluar dari lubang dubur, menggelembung seperti balon, lalu meledak. Lima belas anak langsung mati karena ketawa tak henti-hentinya...”
Seorang pria berlari sepanjang jaan sambil berteriak, ”seluruh dunia menderita karena ulah satu orang! Satu orang! Kemudian ia ditangkap dan digiring ke kantor KGB. Di sana sudah menunggu seorang integrator. ”Apa yang anda teriakkan di jalan tadi?” ”seluruh dunia menderita karena ulah satu orang” jawab pria tersebut. ”Dan siapa yang anda maksud satu ornag itu?” tanya sang integrator dengan mata beringas. ”Apa maksud anda dengan siapa? Hitler, tentu saja”. ”Oooo...” integrator itu tersenyum lega. ”Kalau begitu, anda dipersilahkan pulang.” Lelaki tadi berjalan meninggalkan ruangan pemeriksaan. Tetapi sebelum sampai pintu, ia tertegun, dan berpalin kepada sang integrator. ”Maafkan saya”, katanya. ”Kalau menurut anda sendiri, siapa yang dimaksud satu orang itu?”
Stalin Mati
Bangsa Soviet sepakat untuk mengenyahkan diktator itu selama-lamanya, dan menguburkan sejauh-jauhnya. Mereka membentuk sebuah panitia khusus. Panitia tersebut menyurati pemerintah Inggris dengan permohonan agar Stalin bisa dikuburkan di sana. ”Well...” Jawab Inggris, ”di sini sudah dimakamkan Karl Marx, tentulah kurang mustahak bila kedua tokoh itu besama-sama di satu negara”.
Kemudian panitia mencoba menyurati pemerintah Jerman. “Boleh saja ia dikuburkan di sini,” kata Jerman. “Tetapi kalian tahu, di sini kan sudah ada Hitler. Dua tiran besar di satu negara tentulah kurang seronok.”
Di tengah kebingungan panitia, mendadak datang telegram dari Te Aviv, “Karena Stalin tidak pernah menghalangi pembentukan negara Israel, kami setuju ia dikuburkan di sini” demikian bunyi telegram tersebut. Panitia lega. Tetapi mendadak anggota menjadi panik. “Tidak bisa! Tidak bisa!” teriak mereka. ”Di Israel, mereka percaya akan kebangkitan orang mati”.
Krushchev Babi
Seorang lelaki setengah baya berlarian di jalan kota Moskow sambil berteriak-teriak ”Krushchev babi! Krushchev babi!” Kemudian laki-laki itu ditangkap dan dijatuhi hukuman 21 tahun. Setahun untuk penghinaan, dan 20 tahun untuk ”membocorkan rahasia negara”
Ford dan Brezhnev
Presiden Ford dan Brezhnev sepakat untuk saling mengarikaturkan diri mereka masing-masing. ”Tetapi tidak boleh porno” ujar Brezhnev mengajukan syarat, Ford setuju. Setelah beberapa saat, Brezhnev menyerahkan hasil karikaturnya kepada Ford, dan Ford menyerahkan gambarnya kepada Brezhnev. Dalam karya Ford, Brezhnev digambarkan sebagai seorang petani yang terikat, dengan sepasang buah dada besar, dan seekor ular melingkar di leher.”Apa maksud karikatur ini?” tanya Brezhnev. ”Ular itu adalah kuba, dan sepasang buah dada itu menggambarkan kedua belahan bumi. Dengan buah dada yang satu anda menyusui Afrika dan dengan buah dada yang satu lagi anda memberi makan Asia”. Ujar Ford. ”Lalu dengan apa saya memberi makan rakyat saya sendiri?” tanya Brezhnev. ”Tetapi Mr.Brezhnev, tadi anda bilang tidak boleh porno!”
Satu Hari Brezhnev
Pagi
Leonid Ilyich Brezhnev keluar ke teras kediamannya. ”Hallo Leonid Ilyich, selamat pagi” terdengar sebuah suara. Brzhnev heran, siapa yang menyapa begitu manis dan penuh rasa hormat? Ia melihat ke kiri kanan tetapi yang tampak hanya matahari.
”Andakah yang telah menyapa saya?” tanya Brezhnev kepada matahari. ”Ya betul,” jawab matahari. ”Well...hallo juga” balas Brezhnev dengan rasa puas bahwa ternyata matahari pun hormat kepadanya.
Siang
Brezhnev kembali ke teras. ”selamat siang Leonid Ilyich,” sapa matahari dengan ramah. ”Selamat siang juga,” balas Brezhnev sopan.
Petang
Sekali lagi Brezhnev ke teras. Aneh, kali ini tidak ada suara yang menyapa dirinya. Matahari diam seribu bahasa. ”Mengapa anda tidak menyapa saya?” tanya Brezhnev dengan wajah cemberut. ”Biar mampus lu,” jawab matahari. ”Gua sekarang ada di Barat.”
Cita-cita Hymie
Sebuah komisi mengunjungi sebuah sekolah untuk menjajaki patriotisme para siswa. ”Hymie,” seorang murid ditanyai ”Siapa ayahmu nak?” ”Ayah saya adalah Uni Soviet,” jawab Hymie. ”Anak pintar! Dan siapa ibumu?” ”Ibu saya adalah Partai Komunis” jawab Hymie. ” Excellence! Dan apa cita-citamu kelak setelah dewasa?” ”menjadi anak yatim piatu” sahut Hymie.
Melarikan Diri
Seorang Yahudi tua mencoba melarikan diri dari Uni Soviet, tapi ia tertangkap di perbatasan dan diperiksa oleh KGB. ”Rabinovich, mengapa anda melarikan diri?” tanaya sang pemeriksa. ”Ada dua alasan” kata Yahudi tua. ”Pertama, jika pemerintah Uni Soviet ambruk, pasti kami yang dijadikan kambing hitam”.
”Omong kosong” ujar sang pemeriksa. ”Pemerintah Uni Soviet tiap hari bertambah kuat, dan tidak mungkin akan ambruk!”
”nah itulah alasan yang kedua” jawabnya kalem.
Surga Komunis dan Neraka Kapitalis
Seorang warga negara Soviet meninggal. Di akhirat, ia mendapat pilihan: ingin masuk ke surga komunis atau neraka kapitalis? Ia tersenyum dan tentu saja ia memilih neraka kapitalis. Namun setelah setahun, ia mengajukan permohonan kepada Tuhan untuk pindah ke surga komunis, Tuhan pun mengabulkannya. Di tempatnya yang baru ia segera dikerumuni penghuni lain, dan ditanyai, bagaimana rasanya neraka kapitalis? ”Sama seperti di sini” katanya. ”Di sana, kami juga diwajibkan memompa air”. “Berapa jam kerja yang diberlakukan?” “Sama seperti di sini” “Kalau begitu mengapa anda pindah ke tempat ini?” “Oh, begini ceritanya, di sana kami harus bekerja dari pukul delapan pagi sampai delapan malam. Sedangkan di sini, mula-mula ada rapat partai, kemudian konperensi, kemudian rapat lagi, kemudian istirahat untuk merokok, kemudian masih ada kemungkinan pompanya rusak”.
Sebuah Penerbangan Internasional
Seorang pramugari tiba-tiba mengumumkan, “Para penumpang yang terhormat. Di dalam pesawat kita sekarang akan hadir Yesus Kristus. Beliau akan muncul di kabin, dan setiap penumpang boleh mengajukan sebuah permohonan”. Satu menit kemudian munculah Yesus. “Apa permohonan anda?” katanya kepada penumpang pertama. Penumpang ini rupanya seorang fasis fanatik. ”Saya ingin semua komunis lenyap dari muka bumi ini”. Katanya. ”Baiklah,” jawab Yesus, kemudian Yesus mengulang pertanyaan yang sama kepada penumpang berikutnya yang nampaknya komunis tulen. ”Saya ingin semua fasis lenyap dari muka bumi ini”. Kata seorang komunis tersebut. ”Baiklah,” kata Yesus, sambil berlalu menuju penumpang ke tiga yang ternyata seorang Yahudi. ”Apa permohonan anda?” tanya Yesus. ”Mister Yesus” sahut Yahudi. ”Bolehkah saya bertanya sebelum mengajukan permohonan?” ”Silahkan” jawab Yesus. ”Apakah anda akan mengabulkan permohonan kedua orang tadi?” ”Tentu” jawab Yesus. ”Kalau begitu tidak ada lagi yang saya inginkan kecuali segelas anggur dingin”.
Kereta Api
Stalin, Krushchev, dan Brezhnev naik kereta api. Tiba-tiba kereta api itu mogok. ”Perbaiki segera!” seru Stalin. Setelah diusahakan beberapa lama, kereta itu tidak dapat diperbaiki. ”Tembak semua orang!” kata Stalin. Semua orang ditembak tapi kereta api tetap masih tidak bisa jalan. ”Rehabilitasikan semua orang!” kata Krushchev. Lalu semua orang direhabilitasikan, namun kereta api tetap mogok. ”Tutup tirai jendela!” kata Brezhnev. ”Dan marilah kita menganggap kereta api ini berjalan dengan lancar”.
Mengantre Sepatu
Nehru tiba di Moskow untuk sebuah kunjungan bisnis. Pada suatu ketika ia dibawa berkeliling ibu kota Uni Soviet itu. Ia melihat antrean panjang lalu berhenti untuk bertanya. ”Apa yang kalian antrekan?” Tanya Nehru. ”Gula gratis”. Jawab pengantre. ”Hebat!” pikir Nehru. ”Di sini gula dibagikan cuma-cuma, sedangkan di India rakyat harus membeli”. Kemudian Nehru melanjutkan perjalanan, dan bertemu antrean panjang lagi. ”Apa yang kalian antrekan?” tanya Nehru. ”Sepatu”. Jawab rombongan yang antre. ”Tidak heran,” katanya dalam hati. ”Di India sepatu macam ini juga bisa dibuang di jalanan.”
Bayi Yahudi
Sebuah komisi mengunjungi rumah sakit bersalin di Moskow. Setelah menimbang semua bayi yang lahir, ketahuan bahwa semua bayi Yahudi lebih berat ketimbang bayi Rusia. Para ibu Rusia langsung terkejut. ”Jangan khawatir ibu-ibu sekalian”. Kata anggota komisi. Kita memang menyiapkan bayi-bayi Yahudi itu untuk diekspor.
Sup Sekrup
Seorang lelaki menyantap semangkuk sup seharga 30 kopek di sebuah restoran. Tiba-tiba ia menyendok sebatang sekrup. Dengan berang lelaki itu memanggil koki kepala. ”Coba katakan apa ini?” katanya, sambil menunjukkan supnya. ”Sekrup tentu saja,” jawab sang koki. ”Mengapa sekrup ini bisa berada dalam sup saya, ha?” ”Dengan 30 kopek, anda tentu tidak bisa mengharapkan sebuah traktor di dalam sup anda”.
Pertanian Kolektif
Menteri pertanian sedang meninjau ladang-ladang kolektif. Ia ditemani kamerad Ivanov. ”Bagaimana kalian memberi makan ayam-ayam ini?” tanya menteri. ”Kami memberinya gandum”. Jawab Ivanov. ”Betapa lancangnya kalian, memberi gandum kepada ayam, padahal kita sekarang lagi kekurangan pangan. Tembak dia!” Ivanov pun segera dieksekusi. Menteri melanjutkan ke lokasi pertanian kolektif berikutnya yang diurus oleh seorang Ukraina bernama Galushko. ”Bagaimana kalian memberi makan ayam-ayam di sini?” ”Kami membeli jagung” sahut Galushko. ”Bodoh! Bukankah kita membeli jagung itu dari Kanada dengan persediaan emas yang semakin menyusut? Penjarakan dia!” dan Galushko pun dipenjarakan. Menteri akhirnya tiba di pertanian kolektif yang dikelola oleh seorang Yahudi yang bernama Rabinovich. ”Bagaimana kamu memberi makan ayam-ayam di sini?” tanya menteri. ”Kamerad menteri,” jawab Rabinovich. ”Masing-masing ayam saya beri uang satu rubel. Mereka yang berbelanja dan memilih makanannya sendiri. ”Hah...?”
Roosevelt, Churchill, dan Stalin
Roosevelt, Churchill, dan Stalin berangkat bersama untuk memantau sebuah peternakan kolektif. Di sebuah jembatan mereka tidak bisa menyebrang karena dihadang oleh seekor sapi. Churchill turun dari mobil, mencoba untuk menyingkirkan sang sapi. Tetapi, PM Inggris itu segera mundur ketika sapi mulai menonjolkan tanduknya. Roosevelt turun dari mobil, tapi presiden AS ini juga kehilangan nyalinya ketika sapi menendang-nendangkan kakinya ke tanah. Akhirnya giliran Stalin yang turun dari mobil, kemudian ia membisikkan sesuatu ke telinga sapi, dan sapi akhirnya pergi menyingkir dengan sikap jinak. Ketiga pemimpin tersebut meneruskan perjalanan. ”Joseph, apa yang anda bisikan kepada sapi itu?” tanya Roosevelt dan Churchill. ”Saya katakan, kalau ia membangkang akan saya masukkan ke peternakan kolektif.
Rapat Kolektif
Di Kazakhstan, pada sebuah rapat para pekerja pertanian kolektif, seorang pejabat sedang memberikan pengarahan mengenai hasil pertanian. ”Para kamerad, tahun lalu panen kita gagal karena ....” ”Orang Yahudi ....” terdengar sebuah suara. ”Bukan soal orang Yahudi” pejabat itu menyela. ”Curah hujan terlalu tipis.” Beberapa hari kemudian, pejabat itu memberi pengarahan pada para pekerja pertanian kolektif di Georgia. ”Para kamerad, tahun lalu panen di sini gagal, karena ....” ”Orang Yahudi...” seseorang menyahut. ”Bukan, melainkan curah hujan terlalu banyak.” Akhirnya pejabat itu tiba di Ukraina. ”Para kamerad, tahun ini mungkin panen kita gagal, karena....” ”Orang Yahudi....” terdengar seseorang menyela. Pejabat itu mulai naik darah. ”Mengapa dimana-mana orang Yahudi dipersalahkan?” katanya. ”Kami dengar setiap orang Yahudi diwajibkan membayar 900 rubel untuk mendapat ijin meninggalkan Uni Soviet”. Seseorang memberanikan mengeluarkan pendapatnya. ”Ya benar”. Jawab sang pejabat. ”Nah itulah maksud kami. Daripada membudidayakan tanaman, bukankah lebih bermanfaat bila kita membudidayakan orang Yahudi?”
Tentang Adam dan Hawa
Seorang Inggris, seorang Perancis, dan seorang Amerika sedang berdebat tentang kebangsaan Adam dan Hawa. ”Mereka pasti orang Inggri,” kata seorang Inggris. ”Hanya seorang gentleman yang mau membagi apel terakhirnya kepada seorang wanita”. ”Tidak perlu diragukan lagi, mereka itu pasti orang Perancis,” ujar si Perancis. ”Lelaki mana yang mampu menggoda wanita begitu cepat?” ”Menurut hemat saya, mereka itu orang Rusia,” kata si Amerika. ”Coba pikirkan, mereka bertelanjang kemana-mana, cukup makan sebuah apel dibagi dua, dan tetap berpikir bahwa mereka hidup di surga”.
Amerika dan Uni Soviet
Dua saudara bertemu: seorang berwarga negara Amerika dan seorang lagi warga negara Uni Soviet. Pada suatu hari, warga negara Amerika itu menganggur dan kelaparan. Tetapi ia punya gagasan, ia pergi ke depan gedung putih, duduk di tanah dan mulai makan jerami. Kennedy datang dan bertanya, ”Mengapa anda makan jerami?” ”Saya lapar, dan saya tidak mempunyai pekerjaan”. Jawabnya. Lalu Kennedy terkesima. Kemudian orang itu diberi makan dan sjumlah uang. Setelah itu ia masih ditanyai, ”Apa lagi yang anda inginkan?” ”Sebuah tiket ke Rusia untuk menjenguk saudara saya” jawab orang itu. Ia mendapat tiket dan pergi ke Rusia untuk menemui saudaranya yang kebetulan juga sedang kelaparan dan menganggur di Rusia. Saudara dari Amerika itu tertawa. ”Saudaraku,” katanya. ”Dengarkanlah nasihat yang berharga ini. Pergilah ke Kremlin dan duduklah di depan gerbang, dan makanlah jerami. Kalau Krushchev melihatmu ia pasti iba, kemudian menghadiahi kamu apa saja”. Kemudian orang Rusia itu pergi ke Kremlin. Di depan gerbang ia duduk dan mulai mengunyah jerami. Krushchev keluar dan segera bertanya. ”Mengapa engkau makan jerami?” ”Saya lapar dan tidak mempunyai uang”. ”Bodoh!” kata Krushchev. Sekarang ini kan lagi musim panas. Lebih baik kau makan rumput. Jerami bisa disimpan untuk musim dingin nanti”.
Kondom Medium Size
Inggris menerima pesanan dari Uni Soviet seratus ribu kondom dengan ukuran panjang setengah meter dan garis tengah sepuluh sentimeter. Agak kebingungan, direktur pabrik kondom menghadap Churchill untuk menerima petunjuk melayani pesanan luar biasa tersebut. Setelah berpikir dua menit, Churchill memerintahkan, ”Bikin saja! Jangan lupa mencantumkan cap Made in England pada kondom itu, sekalian dengan tanda medium size”.
Lantai Dua Pintu Ketiga
Seorang lelaki Inggris mengunjungi sebuah losmen. ”Makan malan dan sebotol anggur”. Ia menyampaikan pesanannya. Kepadanya dihidangkan seporsi makanan dan sebotol anggur. Setelah menyeleisaikan santapannya ia berbisik kepada pengurus losmen. ”Rasanya tidak terlalu jelek jika saya bisa mendapat seorang wanita sekarang ini”. ”Lantai dua, pintu ketiga sebelah kiri,” ujar pengurus losmen. Lelaki Inggris itu naik ke lantai dua. Tidak lama kemudian ia turun. ”Well, Sir, bagaimana?” tanya pengurus losmen. ”Tidak jelek,” katanya. ”Tidak jelek sama sekali. Hanya saja... agak dingin...”. ”Ya... tentu saja. Perempuan itu sudah meninggal dua hari yang lalu”.
Permen Karet
Perang Dunia II telah usai. Pasukan-pasukan sekutu bertemu di tepi sungai Elbe. Seorang opsir Rusia tidur dengan seorag wanita Amerika. Pada suatu saat, wanita Amerika itu mengambil sebuah jeruk, dan mengupasnya, dan menyimpan kulit jeruk itu ke dalam sebuah bejana kecil. ”Untuk apa semua kulit jeruk itu kamu kumpulkan?” tanya opsir Rusia. ”Di Amerika kami membuat kulit jeruk itu menjadi jeruk-jerukan kemudian kami mengirimnya ke Rusia”. Sejam kemudian setelah mereka bercinta, opsir Rusia itu membuka kondomnya, menggulungnya dengan teliti, kemudian mengantunginya kembali. ”Untuk apa anda menyimpan kondom bekas itu?” tanya wanita Amerika. ”Di Rusia kami mengolahnya menjadi permen karet, lalu kami mengirimnkannya ke Amerika.”
Menyembuhkan Paus yang Sakit
Paus sakit keras. Dan para pengikutnya percaya bahwa beliau hanya bisa sembuh bila tidur dengan seorang wanita. ”Tidak mungkin”. Kata Paus. ”Aku bapa suci, dan tidak bisa melanggar hukum Tuhan”. Tetapi para pengikutnya tidak segera putus asa, mereka terus membujuk Paus. ”Semua ini untuk membut anda sembuh, dan anda bisa lebih lama mengabdi kepada Tuhan”. Akhirnya Paus setuju. ”Baiklah,” katanya. ”Tetapi ada sejumlah syarat. Pertama wanita itu harus buta, sehingga ia tidak bisa melihatku”. Baiklah, ”Kami akan mencarikan seorang wanita buta”. ”Kedua, wanita itu harus tuli, agar tidak bisa mendengar suaraku”. ”Baiklah, akan kami carikan wanita buta dan tuli”. ”Ketiga, wanita itu harus bisu, agar tidak bisa menceritakan kepada orang lain apa yang sudah terjadi”. ”Baiklah, kami akan mencarikan wanita buta, tuli dan juga bisu”. ”Dan keempat, wanita itu harus mempunyai puting susu yang besar....”
Pastor dan Rabbi
Seorang pastor Ortodoks, seorang pastor Katolik, dan seorang Rabbi Yahudi berbincang-bincang. ”Berapa bagian dari uang sumbangan yang kau berikan kepada Tuhan, dan berapa bagian untuk dirimu sendiri?” Pastor Katolik dan Rabbi Yahudi bertanya kepada Pastor Ortodoks. ”Semua uang yang diterima Gereja saya bagi dua. Bagian yang besar untuk Tuhan dan bagian yang kecil untuk saya sendiri”. ”Well,” kata pastor Katolik. ”Saya membagi uang itu sama banyak. Sebagian untuk Tuhan dan sebagian lagi untuk saya”. ”Saya lain,” kata Rabbi Yahudi. ”Semua uang saya hamburkan ke atas. Tuhan boleh mengambil berapa saja. Sisanya yang berjatuhan menjadi milik saya”.
Kopi Lalat
Dalam sebuah konperensi internasional, para utusan mengelilingi meja panjang dan meneguk kopi. Tiba-tiba, seekor lalat menghinggap di tiap cangkir. Orang Inggris langsung menggati cangkirnya. Orang Perancis membuang lalat, dan meneguk kopinya. Orang Arab meneguk kopi sekalian dengan lalatnya. Orang Yahudi mengumpulkan semua lalat, dan menjualnya kepada orang Arab.
Kamerad Rabinovich
Untuk menguji nilai gizi jagung, Krushchev memanggil seorang Rusia, seorang Ukraina, dan seorang Yahudi. Selama tiga bulan ketiga orang itu diperintahkan hanya boleh makan jagung. Pada akhir bulan ke tiga, ketiga manusia percobaan ini dibawa ke depan Krushchev untuk ditimbang. Orang Rusia susut 20 kilo, Orang Ukraina susut 10 kilo, sedangkan orang Yahudi bertambah 5 kilo. ”Kamerad Rabinovich,” ujar Krushchev berseri-seri, sambil menepuk-nepuk pundak orang Yahudi itu. ”Bagaimana caranya kamu memakan jagung itu?” tanya Krushchev. ”Sangat sederhana Kamerad Krushchev. Saya mengolahnya melalui ayam.”
Pengorbanan
Sebuah pesawat terbang yang mengangkut berbagai bangsa tiba-tiba mengalami kerusakan. Kapten pilot muncul di kabin dan mengumumkan, ”Tuan-tuan, harus ada yang mengorbankan dirinya, agar pesawat ini bisa selamat”. Yang pertama berdiri adalah orang Perancis. ”Hidup Perancis!” katanya seraya terjun. Kemudian bangkit orang Amerika. ”Hidup Amerika Serikat!” katanya, lalu ia pun terjun. Akhirnya berdirilah orang Yahudi. ”Hidup Israel!” katanya, lalu ia menangkap seorang Arab dan melemparkannya keluar.
Rabinivoch
Rabinivoch tiba di Paris, menemukan rumah yang dicarinya lalu mengetuk pintu. Muncullah seorang wanita cantik jelita. ”Selamat sore,” kata Rabinivoch. ”Dapatkah saya bermalam di sini bersama anda?” Wanita itu terkejut. “Mengapa tidak?” kata Rabinivoch. “Saya akan memberi anda seratus pound...” Wanita itu berpikir,” ”Seratus pound tidak sedikit”. ”Baiklah.” katanya. Setelah tidur bersama wanita itu esoknya Rabinivoch menyerahkan seratus pound, lalu pergi. Petangnya ia datang lagi. ”Dapatkah saya bermalam bersama anda semalam lagi? Saya akan membayar seratus pound lagi.” Wanita itu ragu-ragu. ”Baiklah,” katanya. ”Tetapi ini yang terakhir.” Setelah tidur bersama wanita itu esoknya Rabinivoch menyerahkan seratus pound, lalu pergi. Petangnya ia muncul lagi. ”Tidak, tidak bisa,” kata wanita itu. ”Sudah cukup...” ”Ini malam terakhir.” kata Rabinivoch. ”Dan saya akan membayar seratus pound lagi”. ”Baiklah,” kata wanita itu akhirnya. ”Tetapi ingat, ini betul-betul yang terakhir kali.” Rabinivoch tidur bersama wanita itu, dan esok harinya menyerahkan seratus pound. ”Omong-omong, anda dari mana?” tanya wanita itu. ”Dari Tel Aviv,” jawab Rabinivoch. ”Saya punya seorang bibi di sana, Madam Nekrich namanya,” kata wanita itu. ”Mungkin anda kenal padanya?” ”Ya,” kata Rabinivoch. ”Dialah yang menitipi aku tiga ratus pound itu untuk disampaikan kepadamu.”
Mahasiswa
Di sebuah dusun terpencil, katakanlah di utara Moskow, tidak ada wanita, seorang pelacur tiba di dusun tersebut. Ia memasang tarif istimewa: satu rubel masuk, satu rubel cabut, dan begitu seterusnya. Antrean panjang segera terbentuk di depan kamar pelacur itu. Giliran kelima jatuh pada seorang mahasiswa. Sepuluh menit belalu, ia belum juga keluar. Lima belas menit, dua puluh menit, dan tiga puluh lima menit ia tetap belum keluar. Orang yang antre mulai pada berbisik, ”Apakah dia jutawan?” Akhirnya, seorang di antara mereka yang antre memberanikan diri untuk mengintip. Ia melihat mahasiswa itu berbaring telangkup saja di atas tubuh sang pelacur. ”Hei, ingat dong antrean di sini,” orang tadi mengingatkan. ”Aku sendiri ingin keluar. Tapi, aku hanya punya satu rubel.”
Kolam Renang di RSJ
Komisi penyelidik mengunjungi sebuah rumah sakit jiwa. ”Bagaimana keadaan kalian?” para anggota komisi menanyai pasien. ”Senangkah kalian dengan segalanya di sini?” ”Senang sekali!” para pasien itu bersorak serentak. ”Apakah kelakuan kalian baik-baik saja?” ”Baik sekali,” ujar seorang pasien. ”Saking baiknya, direktur rumah sakit ini membangun sebuah kolam renang untuk kami, lengkap dengan papan penerjun. Secara bergiliran kami diizinkan menggunakan papan terjun itu. Ketika kelakuan kami semakin baik, direktur berjanji akan mengisi kolam renang itu dengan air bulan depan.”
Kondom Bubur
Seorang pria mengunjungi dokter. ”Dok, tolonglah saya. Tiap kali saya meniduri istri saya, kami beroleh seorang anak. Sekarang anak kami sudah 16. Apa yang harus saya lakukan dokter?” ”Engkau betul-betul tolol,” kata dokter. ”Mengapa tidak menggunakan kondom?” Pria itu mengucapkan terima kasih lalu pulang. Beberapa tahun kemudian ia berjumpa lagi dengan dokter dulu itu di tengah jalan. Dengan riang gembira, ia menyalami dokter itu. ”Terima kasih banyak dok, nasihat anda sungguh mujarab.” ”Jadi kondom itu membantu?” tanya dokter. ”Luar biasa dok! Kini anak kami tinggal seorang.” ”Lho, tinggal seorang? Kemana yang 15? ”Meninggal dok,” jawab pria itu penuh suka cita. ”Apa maksudmu dengan meninggal? Bagaimana bisa meninggal begitu banyak?” tanya dokter. ”Kondom itu dokter, kondom itu! Saya memasukkannya ke dalam bubur gandum, lalu bubur itu saya makan. Tiba-tiba, kondom itu keluar dari lubang dubur, menggelembung seperti balon, lalu meledak. Lima belas anak langsung mati karena ketawa tak henti-hentinya...”
