Jumat, 03 Juli 2009

KUMPULAN LELUCON NUANSA RUSIA (disaring dari "Mati Ketawa Cara Rusia")

Ironi Gonzales
Presiden Gonzales dari sebuah “Republik Pisang” di Amerika Latin sangat tidak populer. Pada suatu hari ia bertamasya keliling ibu kota dengan berkendaraan kuda. Ketika akan menyebrang sebuah jembatan, kuda yang dinaikinya terpleset kulit pisang, kemudian presiden Gonzales terjatuh dari kudanya yang dinaiki itu dan tercebur ke sungai di bawah jembatan tersebut, dan dihanyutkan oleh arus air sungai yang deras dan tidak ada seorang pengawal yang bisa menolongnya. Namun setelah hanyut sangat jauh ia ditolong oleh seorang pengail ikan yang kerjaannya setiap hari memancing di tempat itu. Dengan rasa terimakasih yang sangat besar, ia menyatakan kepada pengail ikan miskin itu siapa dirinya, dan betapa besar jasa pengail ikan itu karena telah menolong dirinya. Hingga akhirnya pengail ikan tersebut ditanya: apa yang kamu inginkan? Tanya Goinzales kepada penngail ikan tersebut, dengan kelugasan orang kecil, pengail itu menjawab: ”satu saja paduka, tolong jangan ceritakan kepada siapapun bahwa sayalah yang menolong paduka.”

Membangkitkan Lenin
Lenin meninggal tahun 1924, dan Stalin kemudian menggantikannya sebagai penguasa Rusia. Mayat Lenin, yang disemayamkan di mausoleum di Kremlin, pada suatu hari dicoba dihidupkan lagi oleh para dokter. Mereka berhasil dengan percobaan itu, dan mayat Lenin dengan sempoyongan meningalkan mmausoleum, menuju Politbiro Partai Komunis Rusia. Dimintanya semua koran yang terbit sejak kematiannya, dikuncinya dirinya di kamar kerjanya, untuk menyimak ulang perkembangan Rusia sejak ditinggalkannya selama tiga tahun itu. Ia tidak mau diganggu, hanya meminta makanan diletakkan di muka pintu ruang itu. Selama tiga hari makanan masih diambilnya, dan piring bekas makanan masih dikeluarkannya dari dalam ruang. Setelah itu tidak ada piring kotor yang dikeluarkan, dan makanan yang disediakan tidak diambil. Setelah beberapa hari hal itu berlangsung, diputuskan untuk mendobrak pintu ruang kerja Lenin tersebut, dan melihat apa yang terjadi. Ternyata Lenin tidak berada di sana. Harian-harian yang dimintanya berceceran memenuhi lantai, dan di meja Lenin meninggalkan secarik kertas yang berisikan pesan tertulis berikut: REVOLUSI TELAH GAGAL, SAYA AKAN KEMBALI KE JENEWA UNTUK MEMPERSIAPKAN REVOLUSI LAGI..!

Para Pemimpin dan Rakyat
Kennedy menghadap Tuhan dan memohon, ”Tuhan, berapa lama lagikah rakyatku akan sejahtera?” ”lima puluh tahun lagi” kata Tuhan. Kennedy menangis, dan berlalu.
Soekarno menghadap Tuhan dan memohon, ”Tuhan berapa lama lagikah rakyatku akan sejahtera?” ”Seratus tahun lagi” jawab Tuhan. Soekarno menangis, dan berlalu.
Krushchev menghadap Tuhan dan memohon, ”Tuhan berapa lama lagikah rakyatku akan sejahtera?” Tuhan menangis, dan berlalu.
Moskow di Jaman Stalin
Seorang pria berlari sepanjang jaan sambil berteriak, ”seluruh dunia menderita karena ulah satu orang! Satu orang! Kemudian ia ditangkap dan digiring ke kantor KGB. Di sana sudah menunggu seorang integrator. ”Apa yang anda teriakkan di jalan tadi?” ”seluruh dunia menderita karena ulah satu orang” jawab pria tersebut. ”Dan siapa yang anda maksud satu ornag itu?” tanya sang integrator dengan mata beringas. ”Apa maksud anda dengan siapa? Hitler, tentu saja”. ”Oooo...” integrator itu tersenyum lega. ”Kalau begitu, anda dipersilahkan pulang.” Lelaki tadi berjalan meninggalkan ruangan pemeriksaan. Tetapi sebelum sampai pintu, ia tertegun, dan berpalin kepada sang integrator. ”Maafkan saya”, katanya. ”Kalau menurut anda sendiri, siapa yang dimaksud satu orang itu?”

Stalin Mati
Bangsa Soviet sepakat untuk mengenyahkan diktator itu selama-lamanya, dan menguburkan sejauh-jauhnya. Mereka membentuk sebuah panitia khusus. Panitia tersebut menyurati pemerintah Inggris dengan permohonan agar Stalin bisa dikuburkan di sana. ”Well...” Jawab Inggris, ”di sini sudah dimakamkan Karl Marx, tentulah kurang mustahak bila kedua tokoh itu besama-sama di satu negara”.
Kemudian panitia mencoba menyurati pemerintah Jerman. “Boleh saja ia dikuburkan di sini,” kata Jerman. “Tetapi kalian tahu, di sini kan sudah ada Hitler. Dua tiran besar di satu negara tentulah kurang seronok.”
Di tengah kebingungan panitia, mendadak datang telegram dari Te Aviv, “Karena Stalin tidak pernah menghalangi pembentukan negara Israel, kami setuju ia dikuburkan di sini” demikian bunyi telegram tersebut. Panitia lega. Tetapi mendadak anggota menjadi panik. “Tidak bisa! Tidak bisa!” teriak mereka. ”Di Israel, mereka percaya akan kebangkitan orang mati”.

Krushchev Babi
Seorang lelaki setengah baya berlarian di jalan kota Moskow sambil berteriak-teriak ”Krushchev babi! Krushchev babi!” Kemudian laki-laki itu ditangkap dan dijatuhi hukuman 21 tahun. Setahun untuk penghinaan, dan 20 tahun untuk ”membocorkan rahasia negara”

Ford dan Brezhnev
Presiden Ford dan Brezhnev sepakat untuk saling mengarikaturkan diri mereka masing-masing. ”Tetapi tidak boleh porno” ujar Brezhnev mengajukan syarat, Ford setuju. Setelah beberapa saat, Brezhnev menyerahkan hasil karikaturnya kepada Ford, dan Ford menyerahkan gambarnya kepada Brezhnev. Dalam karya Ford, Brezhnev digambarkan sebagai seorang petani yang terikat, dengan sepasang buah dada besar, dan seekor ular melingkar di leher.”Apa maksud karikatur ini?” tanya Brezhnev. ”Ular itu adalah kuba, dan sepasang buah dada itu menggambarkan kedua belahan bumi. Dengan buah dada yang satu anda menyusui Afrika dan dengan buah dada yang satu lagi anda memberi makan Asia”. Ujar Ford. ”Lalu dengan apa saya memberi makan rakyat saya sendiri?” tanya Brezhnev. ”Tetapi Mr.Brezhnev, tadi anda bilang tidak boleh porno!”

Satu Hari Brezhnev
Pagi
Leonid Ilyich Brezhnev keluar ke teras kediamannya. ”Hallo Leonid Ilyich, selamat pagi” terdengar sebuah suara. Brzhnev heran, siapa yang menyapa begitu manis dan penuh rasa hormat? Ia melihat ke kiri kanan tetapi yang tampak hanya matahari.
”Andakah yang telah menyapa saya?” tanya Brezhnev kepada matahari. ”Ya betul,” jawab matahari. ”Well...hallo juga” balas Brezhnev dengan rasa puas bahwa ternyata matahari pun hormat kepadanya.
Siang
Brezhnev kembali ke teras. ”selamat siang Leonid Ilyich,” sapa matahari dengan ramah. ”Selamat siang juga,” balas Brezhnev sopan.
Petang
Sekali lagi Brezhnev ke teras. Aneh, kali ini tidak ada suara yang menyapa dirinya. Matahari diam seribu bahasa. ”Mengapa anda tidak menyapa saya?” tanya Brezhnev dengan wajah cemberut. ”Biar mampus lu,” jawab matahari. ”Gua sekarang ada di Barat.”

Cita-cita Hymie 
Sebuah komisi mengunjungi sebuah sekolah untuk menjajaki patriotisme para siswa. ”Hymie,” seorang murid ditanyai ”Siapa ayahmu nak?” ”Ayah saya adalah Uni Soviet,” jawab Hymie. ”Anak pintar! Dan siapa ibumu?” ”Ibu saya adalah Partai Komunis” jawab Hymie. ” Excellence! Dan apa cita-citamu kelak setelah dewasa?” ”menjadi anak yatim piatu” sahut Hymie.

Melarikan Diri 
Seorang Yahudi tua mencoba melarikan diri dari Uni Soviet, tapi ia tertangkap di perbatasan dan diperiksa oleh KGB. ”Rabinovich, mengapa anda melarikan diri?” tanaya sang pemeriksa. ”Ada dua alasan” kata Yahudi tua. ”Pertama, jika pemerintah Uni Soviet ambruk, pasti kami yang dijadikan kambing hitam”.
”Omong kosong” ujar sang pemeriksa. ”Pemerintah Uni Soviet tiap hari bertambah kuat, dan tidak mungkin akan ambruk!” 
”nah itulah alasan yang kedua” jawabnya kalem.  

Surga Komunis dan Neraka Kapitalis
Seorang warga negara Soviet meninggal. Di akhirat, ia mendapat pilihan: ingin masuk ke surga komunis atau neraka kapitalis? Ia tersenyum dan tentu saja ia memilih neraka kapitalis. Namun setelah setahun, ia mengajukan permohonan kepada Tuhan untuk pindah ke surga komunis, Tuhan pun mengabulkannya. Di tempatnya yang baru ia segera dikerumuni penghuni lain, dan ditanyai, bagaimana rasanya neraka kapitalis? ”Sama seperti di sini” katanya. ”Di sana, kami juga diwajibkan memompa air”. “Berapa jam kerja yang diberlakukan?” “Sama seperti di sini” “Kalau begitu mengapa anda pindah ke tempat ini?” “Oh, begini ceritanya, di sana kami harus bekerja dari pukul delapan pagi sampai delapan malam. Sedangkan di sini, mula-mula ada rapat partai, kemudian konperensi, kemudian rapat lagi, kemudian istirahat untuk merokok, kemudian masih ada kemungkinan pompanya rusak”.

Sebuah Penerbangan Internasional
Seorang pramugari tiba-tiba mengumumkan, “Para penumpang yang terhormat. Di dalam pesawat kita sekarang akan hadir Yesus Kristus. Beliau akan muncul di kabin, dan setiap penumpang boleh mengajukan sebuah permohonan”. Satu menit kemudian munculah Yesus. “Apa permohonan anda?” katanya kepada penumpang pertama. Penumpang ini rupanya seorang fasis fanatik. ”Saya ingin semua komunis lenyap dari muka bumi ini”. Katanya. ”Baiklah,” jawab Yesus, kemudian Yesus mengulang pertanyaan yang sama kepada penumpang berikutnya yang nampaknya komunis tulen. ”Saya ingin semua fasis lenyap dari muka bumi ini”. Kata seorang komunis tersebut. ”Baiklah,” kata Yesus, sambil berlalu menuju penumpang ke tiga yang ternyata seorang Yahudi. ”Apa permohonan anda?” tanya Yesus. ”Mister Yesus” sahut Yahudi. ”Bolehkah saya bertanya sebelum mengajukan permohonan?” ”Silahkan” jawab Yesus. ”Apakah anda akan mengabulkan permohonan kedua orang tadi?” ”Tentu” jawab Yesus. ”Kalau begitu tidak ada lagi yang saya inginkan kecuali segelas anggur dingin”. 

Kereta Api
Stalin, Krushchev, dan Brezhnev naik kereta api. Tiba-tiba kereta api itu mogok. ”Perbaiki segera!” seru Stalin. Setelah diusahakan beberapa lama, kereta itu tidak dapat diperbaiki. ”Tembak semua orang!” kata Stalin. Semua orang ditembak tapi kereta api tetap masih tidak bisa jalan. ”Rehabilitasikan semua orang!” kata Krushchev. Lalu semua orang direhabilitasikan, namun kereta api tetap mogok. ”Tutup tirai jendela!” kata Brezhnev. ”Dan marilah kita menganggap kereta api ini berjalan dengan lancar”.

Mengantre Sepatu
Nehru tiba di Moskow untuk sebuah kunjungan bisnis. Pada suatu ketika ia dibawa berkeliling ibu kota Uni Soviet itu. Ia melihat antrean panjang lalu berhenti untuk bertanya. ”Apa yang kalian antrekan?” Tanya Nehru. ”Gula gratis”. Jawab pengantre. ”Hebat!” pikir Nehru. ”Di sini gula dibagikan cuma-cuma, sedangkan di India rakyat harus membeli”. Kemudian Nehru melanjutkan perjalanan, dan bertemu antrean panjang lagi. ”Apa yang kalian antrekan?” tanya Nehru. ”Sepatu”. Jawab rombongan yang antre. ”Tidak heran,” katanya dalam hati. ”Di India sepatu macam ini juga bisa dibuang di jalanan.”

Bayi Yahudi
Sebuah komisi mengunjungi rumah sakit bersalin di Moskow. Setelah menimbang semua bayi yang lahir, ketahuan bahwa semua bayi Yahudi lebih berat ketimbang bayi Rusia. Para ibu Rusia langsung terkejut. ”Jangan khawatir ibu-ibu sekalian”. Kata anggota komisi. Kita memang menyiapkan bayi-bayi Yahudi itu untuk diekspor.

Sup Sekrup
Seorang lelaki menyantap semangkuk sup seharga 30 kopek di sebuah restoran. Tiba-tiba ia menyendok sebatang sekrup. Dengan berang lelaki itu memanggil koki kepala. ”Coba katakan apa ini?” katanya, sambil menunjukkan supnya. ”Sekrup tentu saja,” jawab sang koki. ”Mengapa sekrup ini bisa berada dalam sup saya, ha?” ”Dengan 30 kopek, anda tentu tidak bisa mengharapkan sebuah traktor di dalam sup anda”.

Pertanian Kolektif 
Menteri pertanian sedang meninjau ladang-ladang kolektif. Ia ditemani kamerad Ivanov. ”Bagaimana kalian memberi makan ayam-ayam ini?” tanya menteri. ”Kami memberinya gandum”. Jawab Ivanov. ”Betapa lancangnya kalian, memberi gandum kepada ayam, padahal kita sekarang lagi kekurangan pangan. Tembak dia!” Ivanov pun segera dieksekusi. Menteri melanjutkan ke lokasi pertanian kolektif berikutnya yang diurus oleh seorang Ukraina bernama Galushko. ”Bagaimana kalian memberi makan ayam-ayam di sini?” ”Kami membeli jagung” sahut Galushko. ”Bodoh! Bukankah kita membeli jagung itu dari Kanada dengan persediaan emas yang semakin menyusut? Penjarakan dia!” dan Galushko pun dipenjarakan. Menteri akhirnya tiba di pertanian kolektif yang dikelola oleh seorang Yahudi yang bernama Rabinovich. ”Bagaimana kamu memberi makan ayam-ayam di sini?” tanya menteri. ”Kamerad menteri,” jawab Rabinovich. ”Masing-masing ayam saya beri uang satu rubel. Mereka yang berbelanja dan memilih makanannya sendiri. ”Hah...?”

Roosevelt, Churchill, dan Stalin
Roosevelt, Churchill, dan Stalin berangkat bersama untuk memantau sebuah peternakan kolektif. Di sebuah jembatan mereka tidak bisa menyebrang karena dihadang oleh seekor sapi. Churchill turun dari mobil, mencoba untuk menyingkirkan sang sapi. Tetapi, PM Inggris itu segera mundur ketika sapi mulai menonjolkan tanduknya. Roosevelt turun dari mobil, tapi presiden AS ini juga kehilangan nyalinya ketika sapi menendang-nendangkan kakinya ke tanah. Akhirnya giliran Stalin yang turun dari mobil, kemudian ia membisikkan sesuatu ke telinga sapi, dan sapi akhirnya pergi menyingkir dengan sikap jinak. Ketiga pemimpin tersebut meneruskan perjalanan. ”Joseph, apa yang anda bisikan kepada sapi itu?” tanya Roosevelt dan Churchill. ”Saya katakan, kalau ia membangkang akan saya masukkan ke peternakan kolektif. 

Rapat Kolektif
Di Kazakhstan, pada sebuah rapat para pekerja pertanian kolektif, seorang pejabat sedang memberikan pengarahan mengenai hasil pertanian. ”Para kamerad, tahun lalu panen kita gagal karena ....” ”Orang Yahudi ....” terdengar sebuah suara. ”Bukan soal orang Yahudi” pejabat itu menyela. ”Curah hujan terlalu tipis.” Beberapa hari kemudian, pejabat itu memberi pengarahan pada para pekerja pertanian kolektif di Georgia. ”Para kamerad, tahun lalu panen di sini gagal, karena ....” ”Orang Yahudi...” seseorang menyahut. ”Bukan, melainkan curah hujan terlalu banyak.” Akhirnya pejabat itu tiba di Ukraina. ”Para kamerad, tahun ini mungkin panen kita gagal, karena....” ”Orang Yahudi....” terdengar seseorang menyela. Pejabat itu mulai naik darah. ”Mengapa dimana-mana orang Yahudi dipersalahkan?” katanya. ”Kami dengar setiap orang Yahudi diwajibkan membayar 900 rubel untuk mendapat ijin meninggalkan Uni Soviet”. Seseorang memberanikan mengeluarkan pendapatnya. ”Ya benar”. Jawab sang pejabat. ”Nah itulah maksud kami. Daripada membudidayakan tanaman, bukankah lebih bermanfaat bila kita membudidayakan orang Yahudi?”

Tentang Adam dan Hawa
Seorang Inggris, seorang Perancis, dan seorang Amerika sedang berdebat tentang kebangsaan Adam dan Hawa. ”Mereka pasti orang Inggri,” kata seorang Inggris. ”Hanya seorang gentleman yang mau membagi apel terakhirnya kepada seorang wanita”. ”Tidak perlu diragukan lagi, mereka itu pasti orang Perancis,” ujar si Perancis. ”Lelaki mana yang mampu menggoda wanita begitu cepat?” ”Menurut hemat saya, mereka itu orang Rusia,” kata si Amerika. ”Coba pikirkan, mereka bertelanjang kemana-mana, cukup makan sebuah apel dibagi dua, dan tetap berpikir bahwa mereka hidup di surga”. 

Amerika dan Uni Soviet
Dua saudara bertemu: seorang berwarga negara Amerika dan seorang lagi warga negara Uni Soviet. Pada suatu hari, warga negara Amerika itu menganggur dan kelaparan. Tetapi ia punya gagasan, ia pergi ke depan gedung putih, duduk di tanah dan mulai makan jerami. Kennedy datang dan bertanya, ”Mengapa anda makan jerami?” ”Saya lapar, dan saya tidak mempunyai pekerjaan”. Jawabnya. Lalu Kennedy terkesima. Kemudian orang itu diberi makan dan sjumlah uang. Setelah itu ia masih ditanyai, ”Apa lagi yang anda inginkan?” ”Sebuah tiket ke Rusia untuk menjenguk saudara saya” jawab orang itu. Ia mendapat tiket dan pergi ke Rusia untuk menemui saudaranya yang kebetulan juga sedang kelaparan dan menganggur di Rusia. Saudara dari Amerika itu tertawa. ”Saudaraku,” katanya. ”Dengarkanlah nasihat yang berharga ini. Pergilah ke Kremlin dan duduklah di depan gerbang, dan makanlah jerami. Kalau Krushchev melihatmu ia pasti iba, kemudian menghadiahi kamu apa saja”. Kemudian orang Rusia itu pergi ke Kremlin. Di depan gerbang ia duduk dan mulai mengunyah jerami. Krushchev keluar dan segera bertanya. ”Mengapa engkau makan jerami?” ”Saya lapar dan tidak mempunyai uang”. ”Bodoh!” kata Krushchev. Sekarang ini kan lagi musim panas. Lebih baik kau makan rumput. Jerami bisa disimpan untuk musim dingin nanti”.

Kondom Medium Size
Inggris menerima pesanan dari Uni Soviet seratus ribu kondom dengan ukuran panjang setengah meter dan garis tengah sepuluh sentimeter. Agak kebingungan, direktur pabrik kondom menghadap Churchill untuk menerima petunjuk melayani pesanan luar biasa tersebut. Setelah berpikir dua menit, Churchill memerintahkan, ”Bikin saja! Jangan lupa mencantumkan cap Made in England pada kondom itu, sekalian dengan tanda medium size”.  

Lantai Dua Pintu Ketiga 
Seorang lelaki Inggris mengunjungi sebuah losmen. ”Makan malan dan sebotol anggur”. Ia menyampaikan pesanannya. Kepadanya dihidangkan seporsi makanan dan sebotol anggur. Setelah menyeleisaikan santapannya ia berbisik kepada pengurus losmen. ”Rasanya tidak terlalu jelek jika saya bisa mendapat seorang wanita sekarang ini”. ”Lantai dua, pintu ketiga sebelah kiri,” ujar pengurus losmen. Lelaki Inggris itu naik ke lantai dua. Tidak lama kemudian ia turun. ”Well, Sir, bagaimana?” tanya pengurus losmen. ”Tidak jelek,” katanya. ”Tidak jelek sama sekali. Hanya saja... agak dingin...”. ”Ya... tentu saja. Perempuan itu sudah meninggal dua hari yang lalu”. 

Permen Karet
Perang Dunia II telah usai. Pasukan-pasukan sekutu bertemu di tepi sungai Elbe. Seorang opsir Rusia tidur dengan seorag wanita Amerika. Pada suatu saat, wanita Amerika itu mengambil sebuah jeruk, dan mengupasnya, dan menyimpan kulit jeruk itu ke dalam sebuah bejana kecil. ”Untuk apa semua kulit jeruk itu kamu kumpulkan?” tanya opsir Rusia. ”Di Amerika kami membuat kulit jeruk itu menjadi jeruk-jerukan kemudian kami mengirimnya ke Rusia”. Sejam kemudian setelah mereka bercinta, opsir Rusia itu membuka kondomnya, menggulungnya dengan teliti, kemudian mengantunginya kembali. ”Untuk apa anda menyimpan kondom bekas itu?” tanya wanita Amerika. ”Di Rusia kami mengolahnya menjadi permen karet, lalu kami mengirimnkannya ke Amerika.” 

Menyembuhkan Paus yang Sakit
Paus sakit keras. Dan para pengikutnya percaya bahwa beliau hanya bisa sembuh bila tidur dengan seorang wanita. ”Tidak mungkin”. Kata Paus. ”Aku bapa suci, dan tidak bisa melanggar hukum Tuhan”. Tetapi para pengikutnya tidak segera putus asa, mereka terus membujuk Paus. ”Semua ini untuk membut anda sembuh, dan anda bisa lebih lama mengabdi kepada Tuhan”. Akhirnya Paus setuju. ”Baiklah,” katanya. ”Tetapi ada sejumlah syarat. Pertama wanita itu harus buta, sehingga ia tidak bisa melihatku”. Baiklah, ”Kami akan mencarikan seorang wanita buta”. ”Kedua, wanita itu harus tuli, agar tidak bisa mendengar suaraku”. ”Baiklah, akan kami carikan wanita buta dan tuli”. ”Ketiga, wanita itu harus bisu, agar tidak bisa menceritakan kepada orang lain apa yang sudah terjadi”. ”Baiklah, kami akan mencarikan wanita buta, tuli dan juga bisu”. ”Dan keempat, wanita itu harus mempunyai puting susu yang besar....”  

Pastor dan Rabbi
Seorang pastor Ortodoks, seorang pastor Katolik, dan seorang Rabbi Yahudi berbincang-bincang. ”Berapa bagian dari uang sumbangan yang kau berikan kepada Tuhan, dan berapa bagian untuk dirimu sendiri?” Pastor Katolik dan Rabbi Yahudi bertanya kepada Pastor Ortodoks. ”Semua uang yang diterima Gereja saya bagi dua. Bagian yang besar untuk Tuhan dan bagian yang kecil untuk saya sendiri”. ”Well,” kata pastor Katolik. ”Saya membagi uang itu sama banyak. Sebagian untuk Tuhan dan sebagian lagi untuk saya”. ”Saya lain,” kata Rabbi Yahudi. ”Semua uang saya hamburkan ke atas. Tuhan boleh mengambil berapa saja. Sisanya yang berjatuhan menjadi milik saya”.
Kopi Lalat
Dalam sebuah konperensi internasional, para utusan mengelilingi meja panjang dan meneguk kopi. Tiba-tiba, seekor lalat menghinggap di tiap cangkir. Orang Inggris langsung menggati cangkirnya. Orang Perancis membuang lalat, dan meneguk kopinya. Orang Arab meneguk kopi sekalian dengan lalatnya. Orang Yahudi mengumpulkan semua lalat, dan menjualnya kepada orang Arab.

Kamerad Rabinovich
Untuk menguji nilai gizi jagung, Krushchev memanggil seorang Rusia, seorang Ukraina, dan seorang Yahudi. Selama tiga bulan ketiga orang itu diperintahkan hanya boleh makan jagung. Pada akhir bulan ke tiga, ketiga manusia percobaan ini dibawa ke depan Krushchev untuk ditimbang. Orang Rusia susut 20 kilo, Orang Ukraina susut 10 kilo, sedangkan orang Yahudi bertambah 5 kilo. ”Kamerad Rabinovich,” ujar Krushchev berseri-seri, sambil menepuk-nepuk pundak orang Yahudi itu. ”Bagaimana caranya kamu memakan jagung itu?” tanya Krushchev. ”Sangat sederhana Kamerad Krushchev. Saya mengolahnya melalui ayam.” 

Pengorbanan
Sebuah pesawat terbang yang mengangkut berbagai bangsa tiba-tiba mengalami kerusakan. Kapten pilot muncul di kabin dan mengumumkan, ”Tuan-tuan, harus ada yang mengorbankan dirinya, agar pesawat ini bisa selamat”. Yang pertama berdiri adalah orang Perancis. ”Hidup Perancis!” katanya seraya terjun. Kemudian bangkit orang Amerika. ”Hidup Amerika Serikat!” katanya, lalu ia pun terjun. Akhirnya berdirilah orang Yahudi. ”Hidup Israel!” katanya, lalu ia menangkap seorang Arab dan melemparkannya keluar.

Rabinivoch
Rabinivoch tiba di Paris, menemukan rumah yang dicarinya lalu mengetuk pintu. Muncullah seorang wanita cantik jelita. ”Selamat sore,” kata Rabinivoch. ”Dapatkah saya bermalam di sini bersama anda?” Wanita itu terkejut. “Mengapa tidak?” kata Rabinivoch. “Saya akan memberi anda seratus pound...” Wanita itu berpikir,” ”Seratus pound tidak sedikit”. ”Baiklah.” katanya. Setelah tidur bersama wanita itu esoknya Rabinivoch menyerahkan seratus pound, lalu pergi. Petangnya ia datang lagi. ”Dapatkah saya bermalam bersama anda semalam lagi? Saya akan membayar seratus pound lagi.” Wanita itu ragu-ragu. ”Baiklah,” katanya. ”Tetapi ini yang terakhir.” Setelah tidur bersama wanita itu esoknya Rabinivoch menyerahkan seratus pound, lalu pergi. Petangnya ia muncul lagi. ”Tidak, tidak bisa,” kata wanita itu. ”Sudah cukup...” ”Ini malam terakhir.” kata Rabinivoch. ”Dan saya akan membayar seratus pound lagi”. ”Baiklah,” kata wanita itu akhirnya. ”Tetapi ingat, ini betul-betul yang terakhir kali.” Rabinivoch tidur bersama wanita itu, dan esok harinya menyerahkan seratus pound. ”Omong-omong, anda dari mana?” tanya wanita itu. ”Dari Tel Aviv,” jawab Rabinivoch. ”Saya punya seorang bibi di sana, Madam Nekrich namanya,” kata wanita itu. ”Mungkin anda kenal padanya?” ”Ya,” kata Rabinivoch. ”Dialah yang menitipi aku tiga ratus pound itu untuk disampaikan kepadamu.” 

Mahasiswa
Di sebuah dusun terpencil, katakanlah di utara Moskow, tidak ada wanita, seorang pelacur tiba di dusun tersebut. Ia memasang tarif istimewa: satu rubel masuk, satu rubel cabut, dan begitu seterusnya. Antrean panjang segera terbentuk di depan kamar pelacur itu. Giliran kelima jatuh pada seorang mahasiswa. Sepuluh menit belalu, ia belum juga keluar. Lima belas menit, dua puluh menit, dan tiga puluh lima menit ia tetap belum keluar. Orang yang antre mulai pada berbisik, ”Apakah dia jutawan?” Akhirnya, seorang di antara mereka yang antre memberanikan diri untuk mengintip. Ia melihat mahasiswa itu berbaring telangkup saja di atas tubuh sang pelacur. ”Hei, ingat dong antrean di sini,” orang tadi mengingatkan. ”Aku sendiri ingin keluar. Tapi, aku hanya punya satu rubel.”

Kolam Renang di RSJ
Komisi penyelidik mengunjungi sebuah rumah sakit jiwa. ”Bagaimana keadaan kalian?” para anggota komisi menanyai pasien. ”Senangkah kalian dengan segalanya di sini?” ”Senang sekali!” para pasien itu bersorak serentak. ”Apakah kelakuan kalian baik-baik saja?” ”Baik sekali,” ujar seorang pasien. ”Saking baiknya, direktur rumah sakit ini membangun sebuah kolam renang untuk kami, lengkap dengan papan penerjun. Secara bergiliran kami diizinkan menggunakan papan terjun itu. Ketika kelakuan kami semakin baik, direktur berjanji akan mengisi kolam renang itu dengan air bulan depan.”

Kondom Bubur
Seorang pria mengunjungi dokter. ”Dok, tolonglah saya. Tiap kali saya meniduri istri saya, kami beroleh seorang anak. Sekarang anak kami sudah 16. Apa yang harus saya lakukan dokter?” ”Engkau betul-betul tolol,” kata dokter. ”Mengapa tidak menggunakan kondom?” Pria itu mengucapkan terima kasih lalu pulang. Beberapa tahun kemudian ia berjumpa lagi dengan dokter dulu itu di tengah jalan. Dengan riang gembira, ia menyalami dokter itu. ”Terima kasih banyak dok, nasihat anda sungguh mujarab.” ”Jadi kondom itu membantu?” tanya dokter. ”Luar biasa dok! Kini anak kami tinggal seorang.” ”Lho, tinggal seorang? Kemana yang 15? ”Meninggal dok,” jawab pria itu penuh suka cita. ”Apa maksudmu dengan meninggal? Bagaimana bisa meninggal begitu banyak?” tanya dokter. ”Kondom itu dokter, kondom itu! Saya memasukkannya ke dalam bubur gandum, lalu bubur itu saya makan. Tiba-tiba, kondom itu keluar dari lubang dubur, menggelembung seperti balon, lalu meledak. Lima belas anak langsung mati karena ketawa tak henti-hentinya...”

KAMUS SEX

1. Anilingus
Istilah ini berhubungan dengan oral sex di seputar anus. Namun tetap harus anda ingat anilingus sangat beresiko, karena berhubungan seks melalui anus sangat rentan terhadap bakteri dan mudah menyebarkan infeksi.

2. Barebacking
Barebacking melibatkan sexual penetration tanpa menggunakan alat pengaman (kondom). Istilah ini biasanya berhubungan dengan hubungan seks anal dan vaginal seks.

3. BDSM
BDSM adalah acronim dari Bondage and Discipline, Sadism and Masochism. Istilah ini berkaitan dengan penggabungan praktek seksual yang melibatkan rasa sakit dan unsur-unsur kekerasan saat berhubungan seks, melukai pasangan atau diri sendiri untuk mencapai kepuasan saat berhubungan seks.

4. Bukkake
Bukkake berhubungan dengan “facial,” istilah ini berkait dengan ejakulasi pada wajah wanita. Bukkake merupakan tindakan dimana pria berejakulasi di wajah pasangannya, aksi seperti ini banyak kita jumpai di film-film blue produksi Jepang.

5. Dental dam
Istilah ini biasanya sering kita jumpai pada oral seks wanita, sebuah dental dam biasanya terbuat dari sheer latex dan digunakan sebagai sebuah pelindung seks cunnilingus. Cunnilingus ialah memberikan perangsangan pada alat kelamin wanita dengan menggunakan lidah pada Miss. V.

6. Dirty Sanchez
Istilah yang merujuk pada praktek seks yang jarang sekali bisa membuat seseorang berselera untuk melakukannya.
a. berhubungan seks dimana seorang wanita mengoral organ seks pasangannya setelah terlebih dahulu melakukan anal seks.
b. Melap Mr. P atau tangan anda dengan ‘miliiknya’ setelah sebelumnya dimasukkan di anusnya. Seperti halnya anilingus, Dirty Sanchez beresiko tinggi dan dengan mudah menyebarkan infeksi karena bakteri yang terdapat di anus.

7. Edgeplay
Edgeplay, sesuatu yang diasumsikan sebagi sebuah perilaku seksual yang berbahaya dan beresiko.

8. Felching
Felching yaitu ejakulasi secara tiba-tiba ke anus wanita dan menghisap dan menjilat air mani yang keluar.


9. Frottage
Sebuah istilah yang mewakili perilaku seksual yang lebih halus dibanding perilaku seksual sebelumnya. Frottage merujuk pada sebuah gerakan saling menggosok untuk meraih kenimatan seksual tanpa sekalipun melakukan penetrasi. Frottage juga disebut dry humping.

10. Pearl necklace
Istilah yang diberikan saat seorang pria berejakulasi disekitar atau didekat leher wanita dan membentuknya menyerupai kalung mutiara pearl necklace.

11. Pudendum (pudenda)
Istilah yang digunakan untuk menyebut organ genital luar wanita: vulva

12. Queef
Queef berhubungan dengan kentut pada vagina. Kadang, saat Mr. P menjelajah keluar masuk Ms V secara berkala, udara akan terjebak dalam dinding Ms. V yang memicu udara keluar, bisanya dikenal dengan kentut. Tak seperti model anal seks, Queef tak menyebabkan bau, dan tidak terlalu beresiko menyebarkan bakteri.

13. Shrimping
Tak semua orang menyukai atau menyertakan gaya bercinta model ini, shrimping, merujuk pada tindakan menghisap dan menjilat jari-jari kaki pasangan sebelum atau sesudah berhubungan seks. Memang tak semua pasangan menyukai hal ini, namun wanita menyukai kaki mereka disentuh, dipijat, bahkan dihisap ataupun dijilat. Beranggapan bahwa kaki mereka benar-benar bersih, para wanita mengaku jika mereka menyukai pasangan mereka lebih memperhatikan telapak kaki, tumit maupun jari-jari kaki mereka, menggelitiknya dan membuatnya kegirangan, karena rasa sensitif pada jari-jari dan telapak kaki.

14. Smegma
Substansi yang menyerupai dadih berwarna putih yang keluar melalui kelenjar sebaceous pada Mr. P yang terkumpul dibawah kulup zakar penis pria yang tak sunat. Sedikit sekali jumlah dari susbtasi tersebut yang berguna untuk penis, biasanya substansi ini terdapat pada Mr. P yang jarang dibersihkan.

15. Snowballing
Seringkali seks oral disebut sebagai bagian proses foreplay. Dimana melibatkan alat kelamin dan mulut. Seks oral bagi wanita disebut dengan cunnilingus. Cunnilingus ialah memberikan perangsangan pada alat kelamin wanita dengan menggunakan lidah pada Ms. V. Sementara seks oral bagi pria disebut dengan fellatio. Fellatio adalah memberikan perangsangan pad Mr.P dengan cara diisap, dijilat dan dicium.
Snowballing, sebuah istilah dimana wanita melakukan fellatio pada pria dan dia berejakulasi, wanita akan menjaga cairan yang keluar saat ejakulasi dalam mulutnya dan mulai menciumnya. Saat berciuman, cairan akan saling berpindah dari mulut wanita ke pria, sampai salah satu menelan cairan tersebut.

BERKENALAN DENGAN AIDIT

Memahami peranan D.N Aidit, dalam konstelasi politik Orde Soekarno tidaklah sulit. Aidit dapat kita kenal dalam lembaran sejarah Orde Soeharto sebagai seorang tokoh penting dalam PKI. Selain itu ia dikenal dekat Sukarno dan juga diduga menjadi otak intelektual terjadinya peristiwa G 30 S. Akan tetapi pemaparan Aidit sebagai bagian konstruksi sejarah politik di Indonesia, tentunya agak sedikit menyulitkan. Terutama karena tokoh Aidit selama kurun 32 tahun telah sedemikian rupa didistorsikan sebagai simbolisme negativa ketokohan politik di Indonesia. Sehingga terjadi kesulitan menjelaskan mengenai peran sejarah tokoh ini pada “apa yang ada pada realita historisnya sendiri”.

Walaupun ia adalah tokoh penting dalam kesejarahan Indonesia, seluruh kehidupan D.N Aidit tampak, masih sebagai sebuah teka-teki yang urung terselesaikan. Aidit memulai karir politiknya sejak awal bersama ideology komunis yang diyakininya. Aidit pun mati ditembak oleh sekawanan tentara “Pancasilais”, karena ideologinya yang komunis serta tuduhan makar tanpa adanya proses peradilan.

Tulisan ini sedikitnya ingin berupaya memberi gambaran selintas mengenai sang tokoh. Terutama mengenai perjalanan sejarah tokoh Aidit secara ideologis. Dalam hal ini Aidit dilihat sebagai seorang tokoh penting PKI yang menjalankan arah kebijakan Partai Komunis itu hingga dihancurkan dalam tragedi Gestok. .

Masa Muda Aidit
Soegiarso Soerojo menyebutkan bahwa nama lengkap D.N Aidit sebenarnya bukanlah Dipa Nusantara Aidit yang sebagaimana kita kenal luas. Melainkan nama sebenarnya adalah Djafar Nawawi, anak haji Aidid dari bangka. Tak begitu jelas bagaimana Aidit menghabiskan masa kecilnya, yang pasti sebagaimana anak desa kebanyakan ia bergaul dengan teman sebayanya, setiap sore pergi mengaji dan ketika malam tidur di Surau. Latar belakang demikian, justru memberi jejak asal-muasal yang kontras bagi pribadinya, ketika kelak ia menjadi petinggi partai komunis, yang justru sering dianggap anti-Tuhan.

Ketika menginjak usia remaja, pemuda Aidit pergi merantau ke Jawa. Di Jawa ia berguru kepada tokoh pergerakan islam terkemuka, H.O.S Tjokrominoto. Tjokro, banyak mengajarkan sebuah hal-hal yang selama ini jauh dari ia bayangkan. Kesenjangan antara kelompok kaya-miskin, persoalan kolonialisme dan cita-cita kemerdekaan secara utuh adalah tema-tema pelajaran yang cukup mempengaruhi Aidit. Konon, dari Tjokro-lah Aidit mengenal dan meyakini komunis sebagai ideology politik yang cocok baginya. Patut diingat bahwa dari Tjokro juga lahir cabang gerakan ideology lainnya: Soekarno yang nasionalis dan Kartosuwiryo yang islamis. Sehingga kita dapat saksikan bahwa antara, Soekarno, Kartosuwiryo dan Aidit (baca: Nasakom), sesungguhnya bermuara kepada satu sumber yang sama (?).



Menjelang pecahnya revolusi agustus 1945, Aidit adalah salah seorang tokoh terkemuka pemuda menteng 31. Bersama Chaerul Saleh, Adam Malik, Wikana, A.M Hanafi dan Soekarni, ia adalah tokoh yang cukup aktif dalam menekan tokoh-tokoh angkatan tua untuk mendeklarasikan proklamasi.

Seusai proklamasi, sehubungan dengan anjuran berdirinya partai-partai akibat maklumat X Hatta maka berdirilah Partai Komunis Indonesia (PKI). sifat kepemudaan yang revolusioner serta ideology partai yang dianggap sepaham dengan keyakinan individualnya, membawa Aidit memasuki Partai Komunis Indonesia tersebut. Peran Aidit dalam partai, antara 1945 hingga dihancurkannya PKI dalam peristiwa Madiun 1948 tidaklah begitu banyak. Tak begitu dikenal bagaimana kehidupan Aidit antara masa-masa ini, selain daripada ia dicatat sering menghadiri rapat-rapat yang diadakan PKI. Yang pasti, ketika PKI dihancurkan pada 1948, Aidit berhasil lolos dari kejaran tentara Hatta dan kemudian menyingkir keluar negeri guna menimba ilmu (Peking?).

Aidit, PKI dan Demokrasi Terpimpin
Ketika kembali ke Indonesia pada awal 1950-an. Situasi Indonesia sudah sejak jauh berbeda. Sukarno membuka pemahaman rekonsiliasi terhadap seluruh komponen yang ada dalam kehidupan bernegara dari kelompok ideology manapun, untuk mempertahankan bersama keutuhan dan kemerdekaan negeri ini dari rongrongan neo-kolonialisme dan imperialisme (Nekolim). Anjuran Sukarno tersebut, membuka ruang bagi tokoh-tokoh PKI muda untuk membangun kembali organisasinya. PKI yang sempat dibangun oleh tokoh tua, Alimin dan Pono. Kemudian berhasil direbut oleh tokoh yang lebih muda: Aidit, Nyono, Waluyo dan lain lain. Jabatan tertinggi dalam kepartaian yaitu Sekretaris Djendral dipegang oleh D.N Aidit.

Dibawah pimpinan D.N Aidit, PKI mulai menggalakkan kembali membangun kinerja organisasinya. PKI menjelaskan kepada komponen bangsa lainnya bahwa partainya adalah partai kader yang mengedepankan Indonesia yang bermartabat. Aidit amat rajin membangun organisasinya secara sistematis, dengan masa garapannya meliputi masa tani dan buruh terutama yang berasal dari status sosial menengah-kebawah. Secara khusus Aidit menyebut partainya sebagai partai ploretariat, partainya rakyat banyak. Untuk membela partainya terhadap cemoohan peristiwa madiun 1948. Aidit kemudian menulis pembelaan partainya lewat tulisan Menggugat peristiwa Madiun, sebuah tulisan yang isinya menyebutkan bahwa saat itu PKI adalah pihak yang diprovokasi oleh Hatta dan menjadi korban (bukan pelaku!).

Lewat pola pengorganisasian yang rapi dan terkoordinasi, PKI dengan cepat dapat memperluas keanggotaannya. Terlebih, ketika itu PKI adalah satu-satunya partai yang selalu mengambil bagian terdepan untuk membela kepentingan masyarakat yang termarjinalkan, sebagaimana issue land reform yang menjadi issue utamanya pada era 60-an. Selain itu dukungan secara tidak langsung Sukarno terhadap partai ini, membuat daya tarik sendiri bagi masyarakat luas. Secara garis besar dukungan atau simpati Sukarno tampak, karena PKI lah satu-satunya partai yang terdepan dalam mendukung setiap kebijakan presiden.
Aidit, pada akhirnya terbujuk untuk berpartisipasi melakukan kolaborasi dengan Sukarno. Ada kesan bahwa Aidit telah terbentur kepada kepentingan pragmatis (yang tergesa-gesa) untuk membangun partai. Secara ideologis, Soekarno atau PNI merepresentasikan basis kepentingan borjuasi nasional yaitu kelompok priyayi jawa-abangan, yang dalam teoritisi marx termasuk dalam kelompok lawan yang harus dihantam. Dengan demikian, terjadi perselingkungan ideologis Aidit terhadap Marx, karena Aidit bertindak bersekutu dengan kelompok non-ploretar. Aidit tentu saja memiliki sandaran argumentasi ideologis pada basis teori Lenin mengenai revolusi dua tahap yaitu melawan imperialisme dan kapitalisme. Untuk sementara dalam melawan kekuatan Nekolim maka kompromi dengan kekuatan borjuasi nasional dibolehkan, demikian interpretasi Aidit.

Secara meyakinkan apa yang dilakukan Aidit menuai keberhasilan dalam PEMILU 1955. PKI dibawah Aidit telah membuktikan bahwa partainya menjadi salah satu dari empat kekuatan besar di Indonesia, mengalahkan PSI Sjahrir, IPKI-nya Nasution atau Murba warisan Tan Malaka. Hasil ini secara meyakinkan kembali meningkat dalam PEMILU 57, dimana didaerah jawa PKI mendapat suara peringkat pertama mengalahkan PNI, NU dan. Masjumi.

Hasil ini membuat Sukarno memaksa partai lain bahwa diperlukannya strategi pembangunan tiga kaki yang berlandaskan pada ajaran Nasakom. Untuk itu PKI sebagai bagian kekuatan empat besar, kiranya berhak untuk menduduki kursi dalam pemerintahan. Sebuah tawaran yang kemudian mendapat tanggapan sengit dari pihak islam (NU dan Masyumi). Padahal maksud Sukarno untuk memasukkan PKI dalam pemerintahan, justru secara ekonomis, sangat tidak menguntungkan partai. Sukarno ingin memaksa PKI turut bertanggung-jawab dalam pemerintahan. Sehingga PKI kelak tidak memiliki alasan untuk melakukan aksi makar atau aksi pemogokan buruh, yang dapat merugikan atau mengurangi kewibawaaan pemerintah. Ketika pada akhirnya PKI dimasukkan dalam struktur kabinet, hasil ini terlihat, karena PKI tidak diberikan kursi kabinet yang singnifikan atau menguntungkan secara ekonomi.

Menjelang 65, kekuatan PKI dan Aidit, bisa dikatakan sudah berada diatas angin. Musuh ideologis yang non-kompromis terhadap mereka yaitu PSI, Masyumi dan Murba sudah dibubarkan. Dengan demikian jalan perebutan kekuasaan secara kompromis lewat parlemen yang legal, amat terbuka lebar bagi PKI. Apalagi saat itu Presiden Soekarno bertindak seakan-akan pelindung bagi PKI. Baik itu lewat konsepsi revolusi dua tahapnya, ataupula lewat proyek Dwikora dan konfrontasi dengan blok kapitalis yang semakin menjadi-jadi.

Posisi PKI yang saat itu sudah amat diuntungkan, akhirnya berakhir dengan peristiwa G 30 S. Peristiwa G 30 S yang diduga atau dituduhkan dilakukan oleh PKI, anehnya justru berdampak buruk bagi perkembangan PKI sendiri. Peristiwa ini menjadi alasan bagi penghancuran serta pembunuhan terorganisir kader dan simpatisan PKI oleh tentara. Dan terbesar tentunya bagi pemarjinalan secara politis PKI dari panggung politik di Indonesia untuk selamanya.

Aidit sebagai tokoh nomer wahid PKI, tak lepas dari proses penghancuran itu. Walau keterlibatannya tidak secara jelas dapat dibuktikan oleh lembaga peradilan -karena semuanya masih samar-. Tokoh kemerdekaan dan pembangunan Indonesia yang demokratis-kerakyatan itu, akhirnya harus merelakan darahnya menjadi tumbal bangsanya ditangan tentara pancasila. Aidit harus rela menyusul amir Syarifuddin, Maruto Darusman, Musso, orang-orang yang menjadi panutan dan telah mendahuluinya ditangan tentara. Ada orang yang bergembira atas kematiannya, ada juga yang menangisinya.

Mitos Yinani Klasik

ARIADNE(Yunani)
Seorang pangeran dari Athena yang bernama Theseus. Theseus dipersembahkan oleh raja Athena kepada raja Minos dari Knossos sebagai upeti dan tanda ketaatannya. Diceritakan bahwa raja minos mempunyai binatang piaraan yang berupa dewa sapi (minosaurus) yang setiap bulan harus diberi persembahan seorang anak manusia. Kebetulan bahwa jatah persembahan itu jatuh kepada kerajaan Athena. Theseus yang sadar akan jadi bahan persembahan untuk Minosaurus, ketika berangkat menuju Kreta berpesan pada para pengawalnya di pantai Athena bahwa bila kapal yang ditumpanginya kelak kembali dengan bendera hitam, itu pertanda bahwa dia telah mati dimakan dewa sapi Minosaurus. Sebaliknya bila kapalnya pulang dengan mengibarkan bendera putih maka itu pertanda dia kembali dengan selamat. 
Konon dikatakan bahwa ketika Theseus tiba di istana Knossos, putri raja Minos yang bernama Ariadne jatuh cinta kepada pangeran Theseus, oleh sebab itu sang puteri berusaha membebaskan pangeran dari keganasan Minosaurus. Dengan pertolongan dewa, sang puteri dapat membebaskan sang pangeran dan mereka berdua melarikan diri kembali ke Athena. Sayang ketika kapal yang ditumpangi sampai ke pantai Athena sang pangeran lupa mengibarkan bendera putih sebagai tanda kemenangannya, tetapi justru pada dayangnya masih mengibarkan bendera hitam. Rakyat Athena berduka melihat kapal berbendera hitam yang menduga sang pangeran telah meninggal. Rakyat yang berduka sepakat mengusir kapal tersebut kembali ke laut bebas. maka lenyaplah sang pangeran Theseus dan Ariadne. 
Berdasarkan cerita inilah Arthur Evan mengadakan penelitian dan penggalian di bekas kota Knossos, dan hasilnya cukup menakjubkan, diantaranya adalah huruf Yunani kuno, porselin, dan perhiasan. Di sisi lain denagnb adanya cerita Ariadne ini telah memberikan bukti bahwa Kreta ketika itu lebih maju, lebih kuat, dan dapat menguasai semenanjung Yunani. 

PERANG TROYA
 Di dalam cerita Odyseus dikatakan bahwa perang Troya melawan Athena bermula dari kontes kecantikan diantara para dewi yang berebut kedudukan sebagai dewi tercantik. Dewi Helena, dewi Approdite dan dan dewi Athena adalah tiga finalis yang bersaing ketat. Sengitnya persaingan diantara ketiganya membuat para dewa tidak ada yang berani untuk menjadi wasit, oleh sebab itu oleh sebab itu para dewa sepakat meminta raja Troya untuk menjadi yuri. 
Konon dikatakan sebelum kontes final berlangsung, dewi Helena mendatangi raja Troya agar dirinya dimenangkan dalam lomba final. raja Troya bersedia memberikan kemenangan kepada dewi Helena dengan syarat, ratu Penelope, yaitu isteri Odyseus dari Mycena deserahkan oleh dewi Helena kepadanya sebagai imbalan. Dewi Helena yang mabuk kemenangan menyanggupinya, sebab sebagai dewi tidak ada kesulitan menculik ratu Penelope untuk dibawa ke Troya. Hasil final kontes kecantikan sudah jelas, dewi Helena dinyatakan sebagai pemenang. Para dewa dewi gempar sebab hasil itu diluar dugaan. Dewi Athena sebagai salah satu favorit para dewa curiga dengan hasil itu, maka diam diam dia melakukan penyelidikan. Beberapa bulan mengadakan penelitian, maka disimpulkan bahwa raja Troya telah disuap oleh Helena. Permaisuri Penelope telah disekap di istana Troya secara misterius. 
Sebagai pelindung kota Athena, dewi Athena mendorong raja-raja Yunani untuk membantu Mycena untuk menyerang dan merebut Penelope dari raja Troya. Perang tak terhindarkan, pda mulanya Odyseus panglima dari polis Athena kalah, namun berkat bantuan dewi pelindungnya secara pelan situasi berbalik sehingga akhirnya Troya dapat dikalahkan. Perang ini antara lain dipimpin oleh Pangeran Illias (Epos Ilias) yang berkat bantuan tipu daya tentara polis Athena dapat memasuki kota Troya. Tipu daya itu adalah patung kuda, yang oleh rakyat Troya merupakan dewa pelindungnya. Kekalahan Troya membuat dewi Helena marah dan mengutuk Illias sehingga sang pahlawan ini sekalipun memenangkan perang tetapi tidak dapat kembali ke Mycena, sebaliknya dia terhanyut ke laut bebas hingga akhirnya terdampar di semenanjung Latium.
Schilmann sebagai seorang arkeolog tertarik dngan cerita tersebut dan mulai mengadakan penelitian dan penggalian di atas reruntuhan kota Troya pada tahun 1871. Hasilnya mengagumkan, di bekas kota kuno tersebut ditemukan berbagai peninggalan sejarah, seperti mata uang logam, bangunan kota dengan jalan-jalan yang dilengkapi dengan parit-parit, dan juga perlengkapan rumah tangga dari logam. Hasil yang terpenting adalah ditemukannya tiga buah mahkota dari emas yang dikenal dengan nama ”harta benda raja Praimus”, kemudian juga ditemukan anting-anting emas, piala, dan cincin. Semua itu tentu saja mengungkap sejarh Yunani klasik dan sekitarnya.  
SATU KATA, "POLITIK"
Tidak ada lagikah kini cita-cita nasional yang bisa menyatukan polis, bangsa dan masyarakat? Atau tak ada lagikah kini politisi yang sanggup mengemban maksud-maksud tersebut? Diskreditasi politik lebih dari sekedar itu: ini ada kaitannya dengan kebencian dan kegetiran. Warga masyarakat awam beralih, dengan sengaja, dari acuh tak acuh menuju kemarahan pada kelas politik, menuju penolakan yang bentuknya kian lama kian “ekspresif”. “kawanan” ini sedang melawan logika baru tersebut.
Kekurangan realitas sebagai titik rujukan, kelas politik modern menghasilkan hologram yang tidak sesuai ukuran aspirasinya, tapi pada ukuran kalendernya sekarang ini: mereka yang memerintah rakyat belum juga berhenti memerintah kota, provinsi, bangsa, seluruh dunia. Hanya saja kesekarangan merekalah yang menentukan rakyat, dan mereka harus menunggu pemilu berikutnya bagi langkah berikutnya.
Bila negara-bangsa dulu punya kemampuan “melihat jauh ke depan” dan memproyeksikan kondisi-kondisi yang diperlukan bagi modal untuk berkembang biak in crescendo, dan turut menolongnya menangani krisis-krisis periodik, penghancuran dasar fundamentalnya itu menghalanginya merampungkan tugas tersebut.
“Biduk” sosial sedang terombang ambing, dan masalahnya bukan Cuma mereka kekurangan kapten yang cakap. Masalahnya adalah mereka telah mencuri kemudinya, dan ia tidak berbelok kemana-mana.
Bila uang adalah dinamit, politisi adalah “reserse” penghancuran ini. Dengan enghancurkan dasar-dasar Negara-Bangsa, kelas politik tradisional juga menghancurkan alibinya: para atlet politik yang maha bertenaga itu kini memandang, dengan takjub dan tak percaya, pada si penjaga toko, yang tak punya gagasan apapun soal tata kelola negara. Ia bukannya mengalahkan mereka, ia begitu saja menggantikan mereka.
Kelas politik tradisional tak mampu membangun kembali fondasi-fondasi negara-Bangsa. Seperti burung pemakan bangkai, ia puas memakan sisa-sisa sebuah negara. Ia lahap lumpur serta darah di atas apa yang telah dibangun oleh imperium uang. Sembari ia makan, juragan duit menunggu di meja.
Pasar bebas telah mengalami metamorfosis mengerikan: kini anda bebas memilih mau pergi ke pusat belanja yang mana, tapi toko-tokonya sama dan merk-merknya juga sama. Kebebasan awal palsu dalam tirani dagang, ”penawaran bebas dan permintaan bebas”, koyak sudah!
Dasar-dasar demokrasi barat telah didinamit. Kampanye dan pemilu digelar di atas reruntuhannya. Kembang api pemilu berpijar begitu tinggi, begitu tingginya sampai tidak bisa menerangi puing-puing yang menimbun kerja politik, bahkan sedikitpun.
Dengan cara yang sama, tulang belakang kerja pemerinyahan, nalar negara, tidak lagi berguna. Kini nalar pasrah lah yang mengendalikan politik. Buat apa memperkerjakan politisi bila analisis pasar jauh memahami logika baru kekuasaan. Politisi artinya negarawan profesional, telah digantikan oleh manajer. Maka visi negara pun ditata ulang sebagai visi pemasaran (si manajer tak lebih dari seorng mandor yang dengan gigih percaya bahwa sukses perusahaan adalah sukses pribadinya juga). Cakrawala pun menyusut, bukan hanya dalam kaidah jarak, tapi juga kedalaman.
Kaum poitisi tradisional dan intelektual mereka, yang kini yatim piatu dan menjanda, menjambaki rambut mereka (kalau masih punya), lalu melagukan alibi-alibi anyar berulang kali guna menaikkan posisi mereka dalam pasar gagasan: percuma. Yang berjualan di situ seabrek-abrek, sedangkan yang beli tidak ada.
Berpaling dari kelas politik tradisional sebagai mitra dalam perjuangan perlawanan adalah latihan nostalgia yang bagus. Berpaling pada neo-politisi adalah gejala skizofrenia. Yang ada yang bisa dikerjakan di atas sana, kecuali bertaruh bahwa barangkali ada sesuatu yang bisa dikerjakan.
Ada orang-orang yang khusuk mengkhayalkan bahw kemudi itu ada dan mereka berjuang untuk memilikinya. Aa orang-orang yang mencari kemudi itu, yakin bahwa ia tertinggal di suatu tempat. Dan ada orang-orang yang membuat pulau, bukan sebagai tempat pengungsian rasa puas diri, melainkan sebagai biduk untuk menemukan pulau yang lain, pulai lainnya, dan yang lain lagi.