ARIADNE(Yunani)
Seorang pangeran dari Athena yang bernama Theseus. Theseus dipersembahkan oleh raja Athena kepada raja Minos dari Knossos sebagai upeti dan tanda ketaatannya. Diceritakan bahwa raja minos mempunyai binatang piaraan yang berupa dewa sapi (minosaurus) yang setiap bulan harus diberi persembahan seorang anak manusia. Kebetulan bahwa jatah persembahan itu jatuh kepada kerajaan Athena. Theseus yang sadar akan jadi bahan persembahan untuk Minosaurus, ketika berangkat menuju Kreta berpesan pada para pengawalnya di pantai Athena bahwa bila kapal yang ditumpanginya kelak kembali dengan bendera hitam, itu pertanda bahwa dia telah mati dimakan dewa sapi Minosaurus. Sebaliknya bila kapalnya pulang dengan mengibarkan bendera putih maka itu pertanda dia kembali dengan selamat.
Konon dikatakan bahwa ketika Theseus tiba di istana Knossos, putri raja Minos yang bernama Ariadne jatuh cinta kepada pangeran Theseus, oleh sebab itu sang puteri berusaha membebaskan pangeran dari keganasan Minosaurus. Dengan pertolongan dewa, sang puteri dapat membebaskan sang pangeran dan mereka berdua melarikan diri kembali ke Athena. Sayang ketika kapal yang ditumpangi sampai ke pantai Athena sang pangeran lupa mengibarkan bendera putih sebagai tanda kemenangannya, tetapi justru pada dayangnya masih mengibarkan bendera hitam. Rakyat Athena berduka melihat kapal berbendera hitam yang menduga sang pangeran telah meninggal. Rakyat yang berduka sepakat mengusir kapal tersebut kembali ke laut bebas. maka lenyaplah sang pangeran Theseus dan Ariadne.
Berdasarkan cerita inilah Arthur Evan mengadakan penelitian dan penggalian di bekas kota Knossos, dan hasilnya cukup menakjubkan, diantaranya adalah huruf Yunani kuno, porselin, dan perhiasan. Di sisi lain denagnb adanya cerita Ariadne ini telah memberikan bukti bahwa Kreta ketika itu lebih maju, lebih kuat, dan dapat menguasai semenanjung Yunani.
PERANG TROYA
Di dalam cerita Odyseus dikatakan bahwa perang Troya melawan Athena bermula dari kontes kecantikan diantara para dewi yang berebut kedudukan sebagai dewi tercantik. Dewi Helena, dewi Approdite dan dan dewi Athena adalah tiga finalis yang bersaing ketat. Sengitnya persaingan diantara ketiganya membuat para dewa tidak ada yang berani untuk menjadi wasit, oleh sebab itu oleh sebab itu para dewa sepakat meminta raja Troya untuk menjadi yuri.
Konon dikatakan sebelum kontes final berlangsung, dewi Helena mendatangi raja Troya agar dirinya dimenangkan dalam lomba final. raja Troya bersedia memberikan kemenangan kepada dewi Helena dengan syarat, ratu Penelope, yaitu isteri Odyseus dari Mycena deserahkan oleh dewi Helena kepadanya sebagai imbalan. Dewi Helena yang mabuk kemenangan menyanggupinya, sebab sebagai dewi tidak ada kesulitan menculik ratu Penelope untuk dibawa ke Troya. Hasil final kontes kecantikan sudah jelas, dewi Helena dinyatakan sebagai pemenang. Para dewa dewi gempar sebab hasil itu diluar dugaan. Dewi Athena sebagai salah satu favorit para dewa curiga dengan hasil itu, maka diam diam dia melakukan penyelidikan. Beberapa bulan mengadakan penelitian, maka disimpulkan bahwa raja Troya telah disuap oleh Helena. Permaisuri Penelope telah disekap di istana Troya secara misterius.
Sebagai pelindung kota Athena, dewi Athena mendorong raja-raja Yunani untuk membantu Mycena untuk menyerang dan merebut Penelope dari raja Troya. Perang tak terhindarkan, pda mulanya Odyseus panglima dari polis Athena kalah, namun berkat bantuan dewi pelindungnya secara pelan situasi berbalik sehingga akhirnya Troya dapat dikalahkan. Perang ini antara lain dipimpin oleh Pangeran Illias (Epos Ilias) yang berkat bantuan tipu daya tentara polis Athena dapat memasuki kota Troya. Tipu daya itu adalah patung kuda, yang oleh rakyat Troya merupakan dewa pelindungnya. Kekalahan Troya membuat dewi Helena marah dan mengutuk Illias sehingga sang pahlawan ini sekalipun memenangkan perang tetapi tidak dapat kembali ke Mycena, sebaliknya dia terhanyut ke laut bebas hingga akhirnya terdampar di semenanjung Latium.
Schilmann sebagai seorang arkeolog tertarik dngan cerita tersebut dan mulai mengadakan penelitian dan penggalian di atas reruntuhan kota Troya pada tahun 1871. Hasilnya mengagumkan, di bekas kota kuno tersebut ditemukan berbagai peninggalan sejarah, seperti mata uang logam, bangunan kota dengan jalan-jalan yang dilengkapi dengan parit-parit, dan juga perlengkapan rumah tangga dari logam. Hasil yang terpenting adalah ditemukannya tiga buah mahkota dari emas yang dikenal dengan nama ”harta benda raja Praimus”, kemudian juga ditemukan anting-anting emas, piala, dan cincin. Semua itu tentu saja mengungkap sejarh Yunani klasik dan sekitarnya.
Jumat, 03 Juli 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

historis
BalasHapus